Dinas Kesehatan Kota Semarang Usulkan Isolasi Mandiri Tingkat RT

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam. (DOK. JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglojateng.com – Dinas Kesehatan Kota Semarang mengusulkan tempat isolasi mandiri di tingkat rukun tetangga (RT). Hal itu menyusul angka persebaran Covid-19 yang mengalami kelonjakan hingga membuat keterisian tempat-tempat karantina mendekati batas kapasitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam mengungkapkan, tempat karantina dan rumah sakit mengalami keterisian sudah mencapai 85 persen. Sedangkan rumah sakit saja di Kota Semarang mencapai 90 persen. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong bagi pasien yang kondisinya ringan agar melakukan isolasi mandiri.

“Isolasi mandiri menjadi pilihan bagi pasien Covid-19 dengan kondisi yang tidak berat. Saya mengusulkan kepada Walikota Semarang dan Sekretaris Daerah agar diadakan isolasi mandiri di tingkat RT,” kata Hakam kepada Joglo Jateng, akhir pekan lalu.

Terkait adanya isolasi mandiri di tingkat RT, lanjutnya, hal itu bertujuan agar mempermudah tenaga kesehatan (nakes) dalam pengecekan dan pemberian obat-obatan. Kemudian, pihaknya juga dapat memilah pasien yang harus isolasi di tempat karantina menjadi lebih tepat sasaran.

“Alangkah baiknya melakukan isolasi secara mandiri jika kondisinya masih memungkinkan. Dan segera melaporkan kepada pihak terkait jika terjadi penurunan saturasi oksigen agar segera mendapatkan tindakan, “ujarnya.

Menurut Hakam, kondisi saat ini di Kota Semarang sedang mengalami kelonjakan pasien Covid-19  sehingga terjadi overload. “Banyak pasien Covid-19 yang antre di IGD, overload-nya luar biasa,” ujarnya.

Hakam juga menjelaskan bahwa kecepatan penularan Covid-19 yang terjadi saat ini lebih tinggi dibandingkan bulan November-Desember tahun lalu, yang juga mengalami lonjakan.  Kelonjakan kasus itu, ungkap dia, saat ini yang masih mendominasi yakni kluster keluarga.

Dengan adanya itu, dia meminta agar masyarakat untuk selalu menaati protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. “Kita buka banyak sentra vakisnasi dengan tujuan untuk mengurangi angka kesakitan dan angka kematian akibat pandemi ini,” katanya. (cr11/gih)