DEMAK, Joglo Jateng – Adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tidak mempengaruhi proses pembangunan jalan tol Semarang-Demak. Pembangunan terus dikebut agar dapat selesai sesuai target.
Humas Pembangunan Proyek Tol Semarang-Demak, Robby Suwarno menjelaskan, adanya PPKM Darurat ini tidak mempengaruhi kerja-kerja proyek pembangunan tol. Hal ini dilakukan untuk agar pembangunan dapat selesai sesuai target, yakni tahun 2024.
“Ya, kami tetap kebut. Apalagi Pak Presiden belum lama ini sudah berkunjung dan berpesan agar proyek selesai sesuai target. Aturan PPKM darurat juga mengizinkan. Dan kami juga tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) secara ketat,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Selasa (6/7).
Robby mengungkapkan, progres pembangunan tol Semarang-Demak saat ini telah mencapai sekitar 43 persen. Tahapnya, masih dalam pememasangan tiang pancang di sepanjang jalur Desa Batu, Karangtengah sampai Desa Loireng, Sayung.
“Sebagian tim saat ini sedang fokus menanam pilar beton atau tiang pancang dengan alat berat. Selebihnya sedang membangun konstruksi jembatan penghubung. Jembatan itu nanti dipasang di atas jalan raya Onggorawe-Mranggen,” ungkapnya.
Perlu diketahui anggaran proyek tol tersebut senilai Rp15,3 triliun. Jalan tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer tersebut akan terintegrasi dengan tanggul laut dan terbagi menjadi dua seksi. Seksi 1 jalur Semarang-Sayung sepanjang 10,69 kilometer yang merupakan dukungan pemerintah dan Seksi 2 jalur Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer yang menjadi tanggung jawab badan usaha. (cr3/git)










