Kudus  

Benarkan Adanya Potongan Insentif Nakes

SUASANA: Tampak depan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus yang kini tengah terjadi penyunatan dana insentif nakes, beberapa waktu lalu. (SYAMSUL HADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Bupati Kudus HM Hartopo, angkat suara mengenai dugaan pemotongan insentif tenaga kesehatan (Nakes) RSUD dr Loekmono Hadi. Namun, menurut informasi yang diterimanya, pemotongan tersebut merupakan inisiatif dari mereka sendiri.

“Keterangan dari Direktur RSUD itu intinya untuk solidaritas sesama nakes sendiri. Jadi nakes yang tidak mendapatkan insentif juga bisa mendapatkan bagian dan ikut merasakan. Tapi pada saat itu, Pak Direktur tak mengetahui hal itu,” ucapnya.

Menurut keterangan yang ia dapatkan, ada banyak nakes yang tidak terdaftar dalam sistem penerimaan insentif. Meskipun, mereka juga berperan dalam penanganan Covid-19 di Kudus.

“Mereka mempunyai inisiatif bagaimana supaya bisa mendapatkan insentif semuanya. Kemudian mereka berkomitmen bersama untuk memberikan sedikit uang yang nantinya akan dibagi rata. Tapi unutk berapa nominalnya saya tidak tahu,” tuturnya.

Sebelumnya, RSUD dr Loekmono Hadi Kudus diduga telah menyunat dana insentif untuk para nakes, oleh pihak tertentu. Dugaan tersebut diontarkan setelah Polda Jateng melasanakan pengusutan soal itu.

Dalam kasus tersebut, Polda Jateng mengerahkan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng. Pemeriksaan itu pun, dilakukan tanpa sepengetahuan dari pihak rumah sakit pelat merah tersebut. (sam/fat)