Kudus  

Uji Coba PTM, Hanya Digelar Satu Sesi

TUNGGU: Salah satu siswa SMP 2 Kudus, saat menunggu jemputan sepulang sekolah, di lobi sekolah, Senin (30/8/2021). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kudus menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas, Senin (30/8/2021). Sesuai arahan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, uji coba PTM hanya digelar dalam satu sesi.

Kepala SMP 2 Kudus Sujarwo mengatakan, uji coba PTM terbatas digelar hanya satu sesi, untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan. Perencanaan pembelajaran juga telah disiapkan sedemikian rupa, supaya seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Pembagian sesi tiap kelasnya adalah berdasarkan absensi. Jadi misal dalam satu kelas ada 32 siswa, maka untuk Senin yang masuk absen 1 sampai 16. Kemudian Selasa absen 17 sampai 32, begitu seterusnya,” ujarnya.

Sedangkan pihak sekolah juga mengimbau kepada siswa agar membawa bekal dari rumah. Sehingga mereka tidak jajan di luar yang berpotensi membuat kerumunan.

Uji coba PTM terbatas di SMP 2 Kudus, dimulai pukul 07.15 sampai 09.15. Setelah itu, dilanjutkan pembelajaran daring kepada siswa yang tidak mengikuti uji coba PTM. Sehingga, seluruh siswa mendapatkan materi yang sama setiap harinya.

Sebelumnya, pihak SMP 2 Kudus telah memberikan sosialisasi terkait uji coba PTM, kepada orang tua siswa. Tujuannya, supaya orang tua sekaligus anak memiliki gambaran, terkait kegiatan dan aturan yang harus dilakukan selama pelaksanaan PTM secara terbatas.

“Jadi kami punya grup khusus orang tua murid, namanya Forum Komunikasi Kelas (FKK). Segala informasi yang sifatnya mendesak atau mendadak, kami komunikasikan lewat situ. Sosialisasi PTM terbatas kami sampaikan lewat FKK, mulai dari aturan-aturan hingga himbauan saat pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.

SMP 2 Kudus juga sudah mengantisipasi izin dari orang tua, agar anak bisa mengikuti PTM terbatas. Karena beberapa orang tua, masih ada yang belum memperbolehkan anaknya mengikuti kegiatan luring.

“Misalkan ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas ini, ya tidak masalah. Kami tidak bisa memaksa, asalkan mereka memiliki alasan yang kuat. Jadi ada semacam surat pernyataan, yang berisi izin orang tua,” pungkasnya.

Sujarwo mengungkapkan, berdasarkan hasil pelaksanaan uji coba PTM hari pertama, mayoritas orang tua siswa mendukung kegiatan tersebut. Pasalnya, beberapa dari mereka merasa, proses pembelajaran akan lebih efektif apabila dilaksanakan secara luring. (cr10/fat)