PEMALANG, Joglo Jateng – Kelompok perempuan petani Desa Gombong Kecamatan Belik sulap sampah jadi kerajinan tangan. Hal itu dilakukan guna mengolah sampah menjadi sesuatu yang bias menghasilkan uang. Kerajinan tersebut seperti, tas, topi, baju dan lainnya.
Ketua kelompok perempuan petani Suwastri mengatakan, awalnya ia bersama kelompoknya hanya iseng memanfaatkan sampah. Kemudian mereka mengolahnya menjadi baju hanya untuk kebutuhan kegiatan fashion show antar rukun tetangga (RT) yang menggunakan bahan bekas.
“Awalnya iseng. Tapi kemudian ada yang minat dari PKK sampai kemudian sering dapat pesanan,” terangnya.
Ia menjelaskan, biasanya memanfaatkan bungkus bekas kopi hingga gelas atau botol bekas untuk dijadikan produk seperti baju dan tas. Untuk membuat satu produk jadi, biasanya ia membutuhkan waktu kurang lebih sekitar satu minggu tergantung model baju yang dikerjakan.
Ia mengaku, selama masa pandemi, sudah mulai jarang memproduksi olahan sampah tersebut karena tidak ada event. “Sekarang karena pandemi jarang ada event. Kami berharap semoga pemerintah bisa mendukung pemasaran produk kami. Karena kalau sudah ada pasarnya juga kita bikinnya kan semangat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Dan Konservasi Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemalang Ida Qomariah mengatakan, pihaknya akan mendukung kreativitas masyarakat dalam pengolahan sampah menjadi barang yang bernilai. Hal ini ia sampaikan, saat mengetahui ada kelompok yang kreatif membuat produk dengan bahan sampah.
Ia juga berencana, akan ikut serta dalam upaya promosi serta pemasaran produk tersebut agar bisa berkembang.
“Nanti kami akan ikut serta melakukan promosi. Terutama kalau event sudah mulai diperbolehkan. Mengingat kondisi pandemi ini yang kian membaik,” imbuhnya. (cr1/all)










