Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Minta Kesejahteraan Guru Madrasah Ditingkatkan

DOKUMENTASI: Sejumlah guru madrasah mengikuti ujian seleksi di Aceh Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

JAKARTA, Joglo Jateng – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan guru madrasah. Yakni dengan memberikan tunjangan kinerja daerah (TKD) yang setara guru di sekolah umum SD hingga SMA.

Ia menyebut, menurut Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI), selama ini masih ada kesenjangan dalam perlakuan. Contohnya, TKD guru SD di DKI Jakarta bisa mencapai Rp 4,3 juta-Rp 6,5 juta per bulan. Sementara TKD guru madrasah hanya Rp 1 juta per bulan. Belum termasuk potongan pajak 15 persen dan belum pernah ada kenaikan selama 10 tahun terakhir.

“Kondisi di berbagai daerah lain juga hampir sama. Sangat ironis. Sebaiknya ada regulasi yang jelas, yang bisa menyetarakan TKD guru madrasah dengan TKD guru di sekolah umum sebagai bentuk penghormatan sekaligus keberpihakan terhadap jasa dan pengabdian para guru,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10). 

Padahal, dana pendidikan pada tahun ini sudah naik 5 kali lipat. Yaitu menjadi Rp 550 triliun. 

Ketua DPR ke-20 RI itu memaparkan, jumlah madrasah negeri dan swasta di Indonesia mencapai 83.551 unit. Mulai dari tingkat raudhatul athfal, ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah. Jumlah ini berdasarkan data statistik tahun ajaran semester ganjil 2020/2021 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. 

Adapun jumlah siswa mencapai 9,6 juta jiwa. Jumlah guru sebanyak 929.511 jiwa. Sementara tenaga pendidik mencapai 140.636 jiwa.

“Madrasah merupakan aset kekayaan pendidikan nasional. Keberadaan madrasah yang menggabungkan pendidikan keagamaan dengan pendidikan formal sangat membantu Bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam,” ucapnya.

Khususnya dalam melahirkan anak bangsa yang mencintai agama, sekaligus bangsa dan negara. Sehingga mereka membantu menciptakan suasana kesejukan dan moderasi beragama.

“Dari madrasah, anak bangsa bisa didik mengenai pentingnya merajut perbedaan dan keragaman melalui tradisi keagamaan dan kearifan lokal,” paparnya.

Prestasi peserta didik madrasah juga sangat mengagumkan. Sebagai contoh, Tim Robotik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Kota Makassar berhasil menyabet 4 gelar juara sekaligus dalam ajang Asean Robotic Day (ARD) 2021 pada September 2021. Hal itu menunjukkan bahwa siswa madrasah siap menghadapi era Industri 4.0 dan Cybion (Cybernetics, Biology and Ontology).

“Besarnya potensi para siswa madrasah tersebut tentunya harus didukung dengan keberpihakan negara yang ditunjukkan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin kesejahteraan para guru dan tenaga didiknya,” pungkasnya. (ara/ern)