Varian Vaksin Baru Membidik Lansia

Juru Bicara Vaksinasi Pemalang Yulies Nuraya (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Pemalang memanfaatkan vaksin jenis baru Johnson & Johnson untuk para lansia. Langkah percepatan vaksin tersebut ditargetkan untuk para lansia, lantaran vaksin jenis baru ini hanya perlu diberikan satu dosis vaksin saja. Sehingga mempermudah pemberian vaksin pada lansia.

Juru Bicara Vaksinasi Pemalang Yulies Nuraya mengatakan, sampai saat ini target vaksinasi untuk lansia belum mencapai target 50 persen. Karena sebagian lansia masih belum sadar pentingnya melakukan vaksinasi atau enggan harus bolak-balik tempat vaksinasi dua kali.

“Saat ini vaksinasi lansia masih 30 persen. Untuk mengejar ketertinggalan kita terus melakukan vaksinasi sampai akhir bulan agar bisa mencapai 50 persen,” jelasnya.

Sejak Rabu (17/11), vaksin jenis Johnson & Johnson dari provinsi ada 5.000 dosis dan akan disebar ke 32 fasilitas kesehatan yang ada. Ia menuturkan, pemakaian vaksin ini diutamakan untuk lansia, lantaran mereka lebih sulit untuk didatangkan ke faskes.

“Kami sebisa mungkin memaksimalkan pelayanan untuk lansia. Adanya vaksin jenis baru ini kami manfaatkan karena proses pemberian vaksin berbeda dari jenis lain, yaitu hanya satu kali,” terangnya.

Sementara itu, dari data Dinas Kesehatan Pemalang, sampai Selasa (16/11) lalu pencapaian vaksinasi untuk umum yaitu 50,10 persen atau 575.104 orang untuk dosis pertama dan lansia 30,47 persen untuk dosis pertama.

Yulies melanjutkan, terkait level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang masih belum turun sampai pekan ini, lantaran pencapaian vaksinasi antara umum dan lansia tidak seimbang. Ia mengungkapkan, paling tidak vaksin lansia harus mencapai 40 persen untuk bisa menurunkan level PPKM Kabupaten Pemalang dari level tiga menjadi dua.

Lebih lanjut, ia berharap, kemauan masyarakat terutama lansia untuk vaksin menjadi lebih besar. Bila sulit menuju tempat vaksin, petugas tenaga kesehatan siap  datang ke rumah warga. Agar percepatan vaksin segera tercapai dan ketahanan komunal segera terbentuk.

“Bagi masyarakat jangan takut vaksin. Bila tidak bisa datang ke pusat vaksin, kami akan datang ke lokasi Door to Door. Jadi proses vaksin tidak tersendat dan penanganan Covid-19 dapat dilakukan secara maksimal,” imbuhnya. (fan/all)