Figur  

Wujudkan Cita-cita sebagai Pengajar

Naili Azizah
Naili Azizah. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

JOGLOJATENG.COM – Menjadi pengajar merupakan salah satu profesi yang mulia. Di samping mengajarkan materi, juga dituntut untuk mencerdaskan generasi penerus.

Seperti Naili Azizah (27) yang kini berprofesi sebagai dosen. Dirinya mempunyai keinginan untuk menjadi seorang pengajar sejak masih TK. Oleh karenanya, ia menikmati profesinya itu.

“Menurut saya pribadi, karena sesuai passion, menjadi dosen sangat menyenangkan. Sesuai apa yang saya harapkan dulu menjadi pengajar,” ucap wanita kelahiran Cilacap, Oktober 1994.

Ia sebelumnya mempunyai orientasi untuk menjadi guru. Akan tetapi, saat menempuh S1 dan S2 masuk di Program Studi Hukum, akhirnya ia mencoba untuk menjadi dosen.

“Awalnya orientasi saya menjadi guru, namun karena memang masuknya di hukum, apa salahnya mencoba menjadi dosen. Sebelumnya, saya juga pernah bekerja di kantor media online di Jogja, namun ketika ada panggilan jadi dosen saya berangkat,” tuturnya.

Perempuan berparas cantik ini mengaku, meskipun sudah menjadi dosen sejak 2018 lalu, ia masih sedikit grogi ketika berhadapan dengan mahasiswa. Pasalnya, dirinya harus mampu menghadapi mahasiswa yang berfikir kritis.

“Ketika mengajar baik tatap muka maupun via online, sebelum berhadapan dengan mahasiswa tidak hanya menyiapkan materi saja. Seperti ketika ada sesi diskusi studi kasus, pertanyaan dari mahasiswa itu yang bikin deg-degan,” terangnya.

Naili sapaan akrabnya mengatakan, ketika menemui mahasiswa yang berfikir kritis dan banyak pengalaman, dirinya harus mempunyai taktik tertentu. Sekaligus, tetap banyak membaca materi sebelum memulai pembelajaran.

“Ini salah satu kesulitan yang dihadapi. Sebelum pandemi ketika pembelajaran bisa tatap muka, dalam menyampaikan materi saya biasanya duduk melingkar dengan mahasiswa membahas film. Ketika daring, awal-awal susah. Terkendala di sinyal dan sebagainya. Dan kita sebagai dosen tidak boleh memukul rata dalam mengajar, harus berbeda di tiap angkatan,” jelasnya.

Wanita yang tidak suka makan daging merah ini sempat disangka orang menjadi guru TK. Namun, ketika ia mengaku dirinya berprofesi sebagai dosen, orang-orang pada terkejut.

Kini Naili mempunyai harapan untuk tetap terus mencari ilmu dan ingin menempuh pendidikan kembali. “Karena, saya ingin menjadi dosen yang lebih baik lagi. Sekaligus, supaya tambah berkembang,” ucapnya. (sam/gih)