JOGLOJATENG.COM – Mulai terkikisnya petani durian akibat desakan ekonomi, menjadikan Tabah Hariyanto mulai merintis kembali hasil durian unggulan di Desa Tegalombo, Kecamatan Tersono. Pasalnya, daerah tersebut sempat menjadi sentra penghasil durian terbaik di Kabupaten Batang.
Tabah ingin membangun kembali kejayaan desanya. Meskipun, dia menyadari bahwa hal itu tidalah mudah.
“Dulunya Desa Tegalombo ini penghasil durian terbaik di Batang, kemudian karena kebutuhan ekonomi jadi banyak pohon ditebang. Semakin kesini meredup. Jadi saya berinisiatif kembali menghidupkan sentra durian unggulan di desa ini,” ungkapnya, Selasa (14/12).
Dengan modal lahan seluas dua hektar, ia menanam sekitar 250 pohon durian dengan tiga varietas durian unggulan yakni Musangking, Duri Hitam dan Bawor. Dengan estimasi satu pohon bisa menghasilkan 20 sampai 30 buah perpohon, ia bisa memanen sekitar 1.300 buah pertahun.
Untuk menghasilkan kualitas yang bagus, ia mengaku harus merawat tanamannya. Harus telaten dan rajin dalam pemupukan.
“Perawatan yang namanya raja buah tentu ada sulitnya. Perlu pemupukan 5 kali setahun dari pemulihan tanaman, merangsang pembungaan, menghindari bunga rontok, mengisi buah, dan saat pematangan buah,” lanjutnya.
Durian yang dihasilkan Tabah biasanya laris di pasaran, bahkan sebagian tanaman sudah dikontrak hingga 2024. Melalui media sosial, ia banyak mendapat pesan dari luar kota, bahkan ada yang ingin wisata kebun.
ia berharap, usahanya tersebut bisa membangkitkan semangat petani durian yang sempat menipis. Sehingga desanya bisa kembali menjadi sentra durian terbaik di Kabupaten Batang.
“Dengan menanam dan menghasilkan durian unggulan, saya berharap bisa menularkan kepada warga Tegalombo lainnya. Sehingga sentra penghasil durian Tegalombo kembali hidup dan sekaligus mengangkat ekonomi warga,” ucapnya. (fif/gih)










