KUDUS, Joglo Jateng – Penantian warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus untuk memiliki jembatan permanen di Sungai Logung akhirnya terwujud.
Infrastruktur yang menghubungkan kawasan Blok Tambak Romo dengan puluhan hektare lahan pertanian itu menjadi titik awal pengembangan multisektor. Mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga peningkatan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Tanjungrejo, Christian Rahadiyanto mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan cita-cita masyarakat yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.
Akan tetapi, hal itu baru bisa direalisasikan melalui dukungan pemerintah pusat dan TNI.
“Usulan ini sudah sangat lama, bukan 10 atau 20 tahun, tetapi puluhan tahun tidak pernah terealisasi. Alhamdulillah sekarang bisa diwujudkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik antarkawasan semata. “Tetapi pembuka akses bagi ketahanan pangan, aktivitas masyarakat, hingga anak-anak yang selama ini kesulitan menyeberang,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, usulan pembangunan disampaikan pada akhir Mei lalu.
Proposal beserta dokumentasi yang dikirimkan mendapat respons cepat dari Mabes TNI setelah memperoleh dukungan dari Komandan Kodim saat meninjau lokasi.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan membuka akses menuju kawasan pascatambang yang akan dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif.
Pemerintah desa menargetkan hampir 100 hektare lahan dapat dimanfaatkan setelah penataan kawasan selesai.
“Percuma membangun jembatan kalau tidak ada jalan menuju lahan. Karena itu kami sudah bersepakat dengan para pemilik tanah untuk membuka akses jalan secara gotong royong,” tegasnya.
Pihaknya berharap hasil pertanian bisa keluar dengan mudah sehingga ekonomi masyarakat benar-benar bergerak.
Christian menambahkan, kawasan yang selama ini belum produktif berpotensi masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).










