Percepatan Vaksinasi Perlu Peran Orang Tua dan Anak

vaksinasi di di RS Bhayangkara Prof Awaloedin Djamin
SUNTIK: Seorang anak mengikuti vaksinasi di di RS Bhayangkara Prof Awaloedin Djamin, belum lama ini. (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Percepatan vaksinasi terhadap anak, tidak lepas dari peran dari orang tua dan anak. Karena itu, pemerintah harus memberikan pemahaman terhadap kedua belah pihak dengan baik.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Retno Sudewi saat dimintai keterangan belum, lama ini. Ia menegaskan bahwa kunci sukses pelaksanaan vaksinasi ada di keduanya.

“Sebab anak yang mau divaksin ini kan harus mendapat izin dari orang tuanya. Terkadang orang tuanya mau, tetapi anaknya tidak mau. Nah ini harus diberi pemahaman keduanya,” ujarnya.

Pihaknya mendukung penuh adanya vaksinasi usia 6-11 tahun. Menurutnya, vaksinasi itu diperlukan untuk memberikan perlindungan kesehatan.

Retno menyampaikan bahwa dinasnya sudah memberikan pemahaman kepada anak dan orang tua. Jika tidak berikan pemahaman, lanjutnya, isu-isu bahwa vaksin berdampak negatif dapat memicu orang tua ketakutan kalau anaknya divaksin.

“Jika tidak diberi pemahaman takutnya itu kalau ada isu-isu bahwa vaksin berdampak negatif. Itu yang perlu kita sampaikan kepada orang tua. Dimana pun ini sudah saya sampaikan, baik di tingkat kabupaten atau kota,” terangnya.

Sehingga, katanya, ketika anak sudah mendapatkan jatah suntikan vaksin, hak anak bisa terpenuhi. Yakni, hak perlindungan kesehatan. “Karena anak itu kalau sudah kumpul dengan temannya, mereka lupa dengan protokol kesehatan,” ujarnya. (dik/gih)