PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menghentikan pelaksanaan Pendidikan Tatap Muka (PTM) untuk sementara. Hal itu mengingat adanya lonjakan kasus Covid-19 di beberapa sekolahan. Kebijakan tersebut akan diberlakukan mulai hari ini.
Bupati Pati Haryanto memaparkan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi, kemudian pembelajaran akan diubah secara daring. Dirinya mengaku bahwa dalam kurun waktu tiga pekan ini, lonjakan kasus Covid-19 cukup tinggi.
“Saat ini sudah ada banyak temuan yang positif di beberapa tempat pendidikan. Baik Madrasah, SD, SMP, SMA, SMK. Dari pada nanti kita kuwalahan, lebih baik kita antisipasi terlebih dahulu,” tuturnya, belum lama ini.
Dirinya menuturkan, pihaknya sudah melakukan sampling ke berbagai sekolahan. Adapun peningkatan kasus Covid-19 saat ini memang dialami oleh anak-anak.
“Meskipun vaksin dosis pertama ataupin kedua sudah dilakukan, akan tetapi masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan (Prokes). Merasa sudah vaksin, kemudian mereka lalai. Hal itulah yang penyebabkan meningkatnya kasus ini,” ungkapnya.
Hanyanto menambahkan, diperkirakan di Pati ada 10 tempat pendidikan yang ada temuan kasus Covid-19, baik itu dialami guru atau siswa. Jadi pihaknya merasa kebijakan pemberhentikan PTM sementara memang perlu diambil.
“Menurut saya, dalam beberapa minggu ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi dan perlu dilakukan pencegahan secara cepat. Nantinya apabila sudah agak mereda, baru bisa dijalankan PTM lagi,” tandasnya. (cr7/fat)










