NISWATI Nur Azizah (26) Awalnya merasa kebingungan tidak memiliki pekerjaan. Berkat kejeliannya melihat peluang, kemudian Ia mencoba bekerja sama dengan salah penjahit dan kini Ia menjadi seller baju syar’i abaya.
Perempuan yang akrab dipanggil Anis tersebut menceritakan, sekarang produknya sudah dikenal luas di market place. Dia mengaku baju abaya diminati oleh kalangan perempuan sebayanya.
“Saya memulai menjadi seller baju abaya tahun 2020. Bermodalkan keyakinan dan tekat yang kuat, alhasil laku di pasaran. Sekarang setiap hari saya mampu 10 baju,” ucap Wanita lulusan Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Fallah Kabupaten Pati itu, Senin (21/2).
Dirinya menuturkan, setiap satu minggu sekali ia membeli kain, kemudian diserahkan ke tiga penjahit yang sudah bekerja sama dengannya.
“Setiap seminggu sekali saya mengeluarkan modal Rp 600 ribu untuk membeli kain. Kalau untuk membayar penjahit berbeda-beda,” imbuhnya.
Wanita yang mempunyai kegiatan sehari-hari menjadi guru les privat Bahasa Arab itu mengaku, bahwa pendapatannya sekarang sehari kurang lebih Rp 200 Ribu. “Untuk harga jual baju abaya satunya Rp 150 hingga Rp 200 ribu. Tergantung kualitas bahan. Yang paling laku jenis torino premium,” ucapnya.
Anis mengatakan, Perempuan sekarang banyak yang suka baju syar’i yang tidak ketat. Jadi itu menjadi peluang besar dalam bisnis yang Ia tekuni.
“Toko online saya namanya ARS Galeri Butik Arab. Saya berharap agar toko online ini bisa lebih berkembang lagi dan baju syar’i abaya semakin diminati,” imbuhnya. (cr7gih)










