Oleh: Nurul Khasanah, S.Pd.SD,M.Pd
Guru SDN Bintoro 9, Kec. Demak, Kab. Demak
BERHITUNG merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu. Mulai anak usia dini sampai usia lanjut, kemampuan berhitung sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada usia dini terjadi pada rentang usia 0 sampai 8 tahun. Pentingnya pembentukan karakter dan optimalisasi kemampuan dapat terwujud dengan memberi stimulus yang sesuai usianya.
Khusus untuk stimulus anak usia dini pada sekolah dasar (SD) kelas awal memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut disebabkan siswa sudah memasuki lembaga formal. Siswa kelas 1 SD diharapkan mampu berhitung dengan baik. Berhitung erat kaitannya dengan bilangan karena mengalami perubahan sesuai dengan simbol yang digunakan. Kemampuan berhitung merupakan penguasaan terhadap ilmu hitung dasar yang merupakan bagian dari matematika. Penguasaan kemampuan berhitung dapat dilakukan oleh siswa jika siswa menikmati dan terlihat aktif selama proses pembelajaran. Kenyataan yang terjadi pada pembelajaran berhitung masih monoton dan kurang menyenangkan bagi siswa sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa.
Guru sebagai tenaga pengajar diharapkan mampu mengembangkan ide atau menerapkan strategi belajar berhitung yang menyenangkan, mudah dipahami siswa, dan menjadikan siswa aktif sehingga mendapatkan hasil pembelajaran yang maksimal. Salah satu strategi pembelajaran berhitung yang dapat dilakukan sambil bermain adalah berhitung dengan Pohon Numerasi bagi siswa kelas 1 SD. Berhitung dimulai dari operasi penjumlahan dan pengurangan. Pohon Numerasi merupakan media yang dibuat guru untuk mempermudah mengajarkan berhitung pada siswa kelas rendah. Bahan yang digunakan dalam pembuatan pohon numerasi sangatlah sederhana yaitu kertas karton dan kertas warna-warni.
Langkah-langkah membuat pohon numerasi adalah sebagai berikut. 1) Siapkan selembar kertas karton dan kertas warna-warni. 2) Buatlah pola pohon besar yang diberi kolom penjumlahan dan pengurangan. 3) Pada akar pohon dilubangi dan dibuat kertas angka meteran yang diberi gambar 1 sampai seterusnya sesuai kebutuhan, sehingga bisa bergeser ke kiri dan ke kanan. 4) Membuat kartu bilangan 1 sampai seterusnya sesuai kebutuhan yang nantinya akan ditempel di pohon operasi penjumlahan dan pengurangan.
Adapun cara mengoperasikannya, yaitu 1) guru menempelkan kartu bilangan di pohon. Misalnya untuk operasi bilangan penjumlahan 6 + 3. 2) Siswa tersebut mencari jawaban dengan menggeser angka meteran untuk mencari jawabannya. 3) Siswa harus menggeser angka meteran tepat di angka 9 yang berada di tengah akar untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Begitu pula pada operasi hitung bilangan pengurangan.
Penjabaran yang ditulis penulis di atas telah diterapkan pada siswa kelas I SDN Bintoro 9 Demak. Dalam praktiknya, siswa sangat senang karena siswa dapat belajar sambil bermain. Siswa menjadi antusias, aktif, dan mudah dipahami oleh siswa. Hasilnya, mampu meningkatkan ketertarikan dan ketepatan siswa dalam berhitung. (*)








