Batasi Penggunaan Sekuter di Malioboro

DOKUMENTASI: Pengguna sekuter sedang menikmati suasana di area Malioboro. (DOKUMENTASI PRIBADI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pembatasan jumlah sekuter listrik dilakukan di sepanjang jalan Malioboro. Pembatasan tersebut dilakukan agar keberadaan sekuter listrik tidak menggangu pejalan kaki di pedestrian Malioboro.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti membenarkan hal tersebut. Saat ini pihaknya telah membatasi jumlah sekuter listrik di Malioboro. Yakni hanya berjumlah 200 unit. Hal tersebut sebagai upaya agar pejalan kaki tidak merasa terganggu.

“Saya sudah  minta dinas untuk membatasi hanya 200 unit saja yang boleh beroperasi. Kita batasi itu,” ungkapnya, Kamis (3/3).

Lebih jauh, secara teknis pembatasan jumlah tersebut akan dilakukan dengan memasang nomor pada setiap unit sekuter listrik. Sehingga akan memudahkan dalam melakukan monitoring. Oleh karenanya, disetiap tempat penyewaan sekuter listrik harus ada nomor unitnya.

Ia juga mengaku tak segan memberikan sanksi kepada penyewa jasa sekuter listrik yang bermain curang. Apalagi dengan memanipulasi angka atau nomor sekuternya.

“Saat ini belum ditemukan skuter yang terdapat nomor lambungnya. Misal ada nomor 26, tapi angkanya itu ada 4 yang sama. Kita beri sanksi nanti,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah tengah berupaya untuk membangun situasi di Malioboro agar lebih kondusif. Sehingga ia meminta para penyewa jasa sekuter listrik agar dapat membantu upaya pemerintah tersebut.

Selain pembatasan jumlah unit, ia juga menghimbau kepada pengguna sekuter listrik agar lebih bijak dalam mengendarainya. Ia juga tidak menampik bahwa ada beberapa pengguna yang memanfaatkan lorong Malioboro yang sepi untuk kebut-kebutan.

“Itu juga bisa kita beri sanksi ke pelaku usahanya,” tegasnya. (fif/bid)