Pati  

Dampak Pandemi, Angka Kemiskinan di Pati Naik

Kepala BPS Pati, Anang Sarwoto. (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati, angka kemiskinan di tahun 2021 mengalami kenaikan menjadi sebesar 10,21 persen. Adapun penyebab kenaikan tersebut karena pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap pola konsumsi dan ekonomi.

Kepala BPS Pati Anang Sarwoto mengatakan, kenaikan angka kemiskinan tidak hanya dialami Kabupaten Pati saja, akan tetapi dialami daerah seluruh Jawa Tengah. Menurutnya, kenaikan angka tersebut tidak terlalu signifikan.

“Di tahun 2021, kita masih naik kemiskinannya menjadi 10,21 persen. Itu masih dampak pandemi. Jadi bukan karena dampak penanganan yang kurang bagus, tapi memang pandemi ini memukul segala sektor. Baik perekonomian ataup pola kosumsi masyarakat,” ungkapnya, Selasa (8/3).

Dirinya menyebutkan bahwa yang menjadi indikator persoalan itu yakni pola konsumsi masyarakat yang berubah. Sehingga pendapatan dan pekerjaannya menurun. Perubahan tersebut mengakibatkan nilai kilo kalori yang menjadi batas kemiskinan.

“Kita ada 2100 ribu kilo kalori per orang selama sebulan. Juga ada garis kemiskinan, yakni pendapatannya. Selama tahun 2021 garis kemiskinan kita ada 458.616 ribu,” imbuh Anang.

Ia menuturkan, selama pandemi ini sektor jasa yang paling terdampak. Seperti perhotelan, rumah makan, perdagangan dan juga transportasi. Sedangkan di Kabupaten Pati tidak terlalu terdampak karena lebih banyak di sektor pertanian.

“Di tahun 2020, Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) kita masih naik. Sedangkan di tahun 2022 turun, akan tetapi tidak terlalu signifikan. Tapi kalau pertanian kita terpukul karena pandemi, pertumbuhan ekonomi kita akan kecil dan juga angka kemiskinan akan naik banyak,” jelasnya.

Menurut Anang, angka kemiskinan di Kabupaten Pati tergolong rendah jika dibandingkan dengan daerah lainya. Selain itu, pertumbuhan ekonominya juga tidak sampai mengalami minus. (cr7/gih)