Pati  

Harga Komoditas Naik, Disdagperin Pati Gencarkan Pemantauan Pasar

BELI: Terlihat seorang pembeli di Pasar Puri Kabupaten Pati, Jumat (11/3/2022). (LUTHFI MAJID / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Beberapa komoditas di Pasar Tradisional di Kabupaten Pati mengalami kenaikan menjelang ramadhan. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya kebutuhan dari masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Hadi Santoso mengatakan, pihaknya kedepan akan melakukan pemantuan lebih di beberapa pasar tradisional. Bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang ramadhan.

“Kita akan lakukan pemantauan, pengawasan, dan pelaporan. Kalau operasi pasar kami tidak punya anggaran untuk itu. Jadi hanya pemantuan dan pelaporan saja yang kita lakukan,” ucap Hadi, Jum’at (11/3/2022).

Dirinya menyebutkan bahwa komoditas yang saat ini mengalami kenaikan cukup tinggi yakni telur, daging ayam, dan dading sapi. Berdasarkan hasil pemantuan yang lakukan Disdagperin, kenaikan harganya berkisar 5 persen.

“Setiap dua hari sekali kita pantau ke pasar-pasar. Laporkan ke tingkat provinsi nanti ke tingkat pusat, termasuk juga ke Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Terus kita laporkan kesana, jadi nanti bisa di provisi atau pusat untuk pengambilan keputusan,” imbuhnya.

Hadi menambahkan, menjelang ramadhan biasanya rumah tangga meningkat persediaan bahan pokok. Sehingga hal itu dapat memicu kenaikan harga komoditas. Tak hanya itu saja, dia juga menyebut bahwa saat ini terjadi kelangkaan gas elpiji non subsidi.

“Biaya produksi meningkat. Selain itu, untuk industri kecil terpengaruh terhadap kelangkaan minyak goreng. Kemudian kenaikan kedelai, terigu gula, telur, industri makan juga terpengaruh, UMKM terutama,” pungkasnya. (cr7/fat)