KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka mempersiapkan evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) 2022 di Kabupaten Kudus, Dinas Sosial Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) menggelar rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Selasa (15/3). Kegiatan tersebut merupakan persiapan keikutsertaan Kudus yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya ikut berpartisipasi dalam KLA 2018 dan 2020.
Dalam pemaparannya, Kepala Dinsos P3AP2KB Mundir menyebutkan, persiapan tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan peringkat penilaian KLA tahun ini. Hal itu dikarenakan, pada penilaian KLA sebelumnya, Kabupaten Kudus mengalami penurunan dari Madya ke Pratama.
“Tahun pertama mengikuti KLA 2018 lalu, Kudus langsung mendapat peringkat Madya dalam penilaiannya. Akan tetapi, pada tahun kedua yang penyelenggaraannya diundur 2021 karena pandemi, kita turun menjadi Pratama. Oleh sebab itu, tentunya kita harus melakukan evaluasi. Agar peringkat kita dalam penilaian KLA dapat lebih baik lagi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, dibutuhkan komitmen bersama untuk dapat meningkatkan peringkat dalam penilaian KLA. Dalam artian, masing-masing OPD harus benar-benar memahami substansi yang berkaitan dengan KLA tersebut.
“Pada 2021 lalu, sebenarnya untuk verifikasi mandiri nilai kita sudah terbilang tinggi di angka 935,63. Hanya saja, nilai di verifikasi lapangan hanya 570,91. Setelah kita evaluasi, kita memerlukan komitmen bersama. Artinya, apa yang disampaikan dalam jawaban ketika ada pertanyaan dari tim verifikasi lapangan, memang harus benar-benar memahami,” terangnya.
Oleh sebab itu, seluruh OPD diharapkan mampu memahami inti dari substansi KLA. Sehingga, ketika mendapat kuesioner maupun pertanyaan langsung dari tim verifikasi lapangan, bisa memberikan jawaban terbaik.
“Kita harus cermat dalam memberikan jawaban. Baik itu ketika mengisi kuesioner, maupun ketika nanti salah satu dari kita mewakili jawaban ketika ditanya secara langsung,” kata Mundir.

Sementara itu, Agus Supriyanto yang mewakili Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kudus mengatakan, pihaknya meminta agar seluruh OPD dapat saling bekerja sama dalam meningkatkan kelas KLA. Sebab, KLA bukan hanya program milik Dinsos P3AP2KB maupun Bappeda semata. Melainkan program milik Pemkab Kudus secara menyeluruh.
“Perlu kita sadari bersama, bahwa KLA ini merupakan wajah Kabupaten Kudus. Jadi ini bukan hanya pekerjaan milik Dinsos saja. Memang leading sector nya ada di Dinsos dan ketuanya ada di kami Bappeda. Tapi ini merupakan tanggung jawab kita bersama, karena ini melibatkan seluruh OPD. Maka dari itu, kami harapkan komitmen bersama agar peringkat KLA di Kudus bisa semakin baik,” jelasnya.
Di sisi lain, Nuryanto yang hadir sebagai peserta mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengatakan, pihaknya telah siap memenuhi hasil rapat koordinasi yang telah dilakukan. DKK juga telah menyiapkan program untuk mendukung upaya peningkatan peringkat KLA di Kota Kretek.
“Untuk KLA, sebenarnya kita dari DKK sudah melakukan upaya secara maksimal. Tinggal nanti apa yang ada di materi ataupun juknis yang disediakan, tinggal kita penuhi. Saya kira untuk DKK sendiri, ini hanya permasalahan administrasi. Sehingga kelengkapan administrasi itu nanti bisa kita tutup dengan kegiatan yang membutuhkan data dukung itu,” pungkasnya. (abd/fat)










