Sambut Baik Panen Cabai Off Season

PETIK: Petani melakukan pemanenan cabai di lahan pasir, Dukuh Soge, Sanden, Bantul, Kamis (17/3). (ERNA SARI SUSANTI/ JOGLO JATENG)

BANTUL, Joglo Jogja – Kelompok tani di lahan pasir Dukuh Soge, Sanden, Bantul memetik cabai yang dipanen pada masa off season (diluar musim, Red). Pada masa ini, harga cenderung naik. Sehingga akan menguntungkan bagi petani.

Kabid Holtikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Wiwin Suryawati memberikan selamat kepada Forum Komunikasi Petani Ngremboko Nir Sambikala. Karena berhasil melakukan panen perdana cabai off season.

“Tahun 2021, produk hortikultura meningkat. Dimana sayuran dan cabai penyumbang tertinggi ada di Bantul,” ujarnya Kamis (17/3).

Wiwin mengatakan, produk hortikultura di Bantul meningkat 3,0 persen. Sementara di provinsi meningkat hingga 5,8 persen.

“56% DIY di pasok oleh Bantul. Paling banyak di Kecamatan Kretek, Imogiri, dan Sanden,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika jumlah panen di ketiga kecamatan tersebut mengalami penurunan, maka produksi di tingkat provinsi ikut menurun. Sehingga hal ini sangat dirasakan.

“Cabai rawit disini cukup bagus. Dimana tahun 2021, produksi cabai di provinsi naik 13 persen,” imbuhnya

Ia mengatakan, di Kabupaten Bantul sendiri menduduki tiga peringkat besar dalam produksi cabai. Dimana yang pertama di Kabupaten Kulon Progo, Sleman, kemudian Bantul.

“Di tahun 2022, produksi cabai naik hingga 57 persen. Untuk itu produksi cabai perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses menanam di Bantul terdapat dua kali tanam. Dimana jika menanam di bulan April-Mei, maka akan panen di bilan Juli-Agustus. Kemudian jika menanam di bulan Juli-Agustus, maka masa panen berada di November-Desember.

“Berarti ada produksi cabai yang kosong, yaitu di bulan Desember hingga April, karena masuk musim penghujan. Ngerawatnya susah, namun ternyata tanam di bulan Desember cukup bagus,” ungkapnya.

Kendati demikian masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Menurutnya, penggunaan pupuk organik harus diperbanyak, agar produktivitas tinggi.

“Saya lihat masih ada lalat buah. Kemudian memilih varietas cabai ori yang tahan musim hujan juga harus diperhatikan, kemudian masalah air karena ini ditanam di pasir,” imbuhnya.

Untuk saat ini, harga lelang cabai rata-rata Rp 35.000- Rp 45.000 per kilo. Sehingga  hal ini menguntungkan bagi petani. (ers/bid)