PEMALANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bersama Polres mengadakan kombinasi percepatan vaksinasi dan operasi minyak goreng murah di Gedung Serbaguna Pemalang, Kamis (17/3). Kegiatan tersebut menyediakan total 2.000 dosis vaksin, dan 500 liter minyak goreng yang bisa dibeli dengan harga Rp14.000 per liter untuk peserta vaksinasi.
Kapolres Pemalang Ari Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan atas perintah dari Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, yang memantau kegiatan secara online. Harapannya dengan vaksinasi ini dapat mempercepat capaian vaksin di Pemalang dan meningkatkan kekebalan komunal di masyarakat.
“Kami menyiapkan 2.000 vaksin jenis Sinovac, Astrazeneca dan Pfizer, untuk masyarakat. Mereka juga bisa membeli minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter. Masing-masing hanya boleh membeli satu liter,” ucapnya.
Ia mengatakan, kegiatan vaksinasi ini dilakukan serentak di seluruh kabupaten dan kota se Jawa Tengah. Namun hanya di Pemalang percepatan vaksin berjalan beriringan dengan penjualan minyak murah, meskipun jumlahnya terbatas.
Sementara itu, Tiyas Kusbudiarsih Penera Ahli Muda Bagian Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian, UMKM dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemalang mengatakan, walaupun Harga Eceran Terendah (HET) telah dicabut pada 16 Maret lalu. Penjualan minyak tetap di harga HET. Hal tersebut karena pihaknya mendapatkan minyak goreng sebelum kebijakan pencabutan HET minyal goreng. Sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga lebih murah.
“Kemarin (Rabu, Red) kami usahakan bisa menyetok minyak goreng. Dan alhamdulillah dapat, tepat di hari sebelum kebijakan pencabutan HET. Jadi kami jual dengan harga sebelumnya. Untuk pembelian minyak tetap dibatasi, per peserta vaksin hanya boleh membeli satu liter,” terangnya.
Momentum vaksinasi dan operasi minyak murah ini juga dimanfaatkan pihaknya untuk menyosialisasikan harga baru minyak kemasan yang kembali normal, tidak ada subsidi. Hal tersebut dilakukan agar kelangkaan minyak dan antrean pembelian oleh masyarakat tidak kembali terjadi.
“Semoga dengan kebijakan baru ini antrean pembelian di beberapa tempat tidak terjadi kembali. Meskipun nantinya pasti akan ada kenaikan bahan pokok lainnya. Jadi kami akan memantau di pasar agar kestabilan bisa terjaga,” imbuhnya. (fan/all)










