Potensi Lokal Khas Jepara Jadi Inspirasi Gorontalo

SIMBOLIS: Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat berkunjung ke Kabupaten Jepara, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Kabupaten Jepara memiliki berbagai macam produk khas unggulan serta destinasi wisata. Hal ini membuat Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tertarik dan melakukan studi tiru kabupaten yang dijuluki Bumi Kartini ini.

Menurutnya, produk-produk lokal dari Jepara lebih unggul dan berdaya saing. Khususnya, sektor industri kerajinan dan pengolahan. Seperti ukiran kayu, serta kain tenun maupun batik.

“Saya tertarik dengan Jepara. Jepara itu terkenal dengan produk-produk khasnya,” ujarnya saat diterima di Peringgitan Pendapa Kartini, belum lama ini.

Untuk itu, pihaknya ingin belajar serta menjalin kerja sama dengan Kabupaten Jepara. Termasuk terkait dengan pengelolaan pariwisata. Harapannya, bisa menciptakan dan meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Gorontalo.

“Saya berkeinginan mengundang UMKM sini untuk ke sana dan sebaliknya, guna bermitra dalam usaha,” kata Rusli.

Bupati Jepara melalui Sekda Edy Sujatmiko mengaku senang jika hasil kerajinan Jepara bisa menarik minat Gubernur Gorontalo. Dirinya mempersilakan jika dari pihak Pemprov Gorontalo ingin belajar mengukir. Termasuk untuk bermitra dalam usaha.

Disampaikan, warga Jepara memang memiliki keunikan tersendiri dalam mengolah bahan baku. Terbukti, dari industri mebel, mampu menyumbang devisa sebesar Rp 2,2 triliun.

“Yang ekspor kurang lebih ada sekitar 200 (orang) pengrajin, dengan tujuan lebih dari 165 negara,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Edy, hampir semua desa menjadi sentra penghasil produk khas. Di antaranya, Desa Mulyoharjo dengan kerajinan patung, Desa Nalumsari ada gebyok, Desa Senenan dengan ukir relief tiga dimensi, hingga Desa Kriyan dengan kerajinan monel.

“Ada pula pengrajin kain tenun di Desa Troso, batik di Kelurahan Panggang, dan sentra roti di Bugo,” terangnya.

Sementara untuk pariwisata, Edy menambahkan, jika Jepara mempunyai banyak destinasi lengkap. Mulai dari yang ada di darat, pegunungan, pantai, dan kepulauan. (hms/ern)