LONDON, Joglo Jateng – Chelsea menjadi objek dari beberapa tawaran pembelian, beroperasi di bawah lisensi khusus pemerintah Inggris setelah aset Abramovich dibekukan. Abramovich mengumumkan akan menjual klub London itu setelah menguasai dalam kurun waktu 19 tahun yang sarat trofi pada 2 Maret setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Manajer Chelsea Thomas Tuchel mengungkapkan agar proses pergantian pemilik klub itu bisa dilakukan secepatnya. Agar gejolak di luar lapangan klub Liga Premier Inggris tersebut segera mereda.
“Saya berharap prosesnya berjalan sesegera mungkin untuk menjernihkan situasi dan menenangkan situasi dan memberi semua orang pandangan ke masa depan yang lebih dekat,” kata Tuchel soal keputusan konglomerat Rusia Roman Abramovich untuk menjual klub tersebut.
Sejauh ini tiga tawaran telah diajukan untuk membeli juara Eropa. Yakni konsorsium yang dipimpin pengembang properti Inggris Nick Candy, pemilik Chicago Cubs keluarga Ricketts dan pasangan Martin Broughton dan Sebastian Coe.
“Ini agar kami tahu dengan siapa kami berhadapan dan situasi apa yang akan kami hadapi. Ini yang kami harapkan. Kami berharap semuanya bisa berjalan secepat mungkin sehingga kami bisa dalam situasi yang lebih tenang.” ujarnya setelah Chelsea mencapai semifinal Piala FA dengan kemenangan 2-0 atas tim divisi dua Middlesbrough, akhir pekan Minggu (20/3).
Sementara itu, mantan ketua dewan direksi maskapai British Airways, Martin Broughton, mengklaim konsorsiumnya yang mengajukan pembelian klub sepak bola Chelsea. Ia mengaku memiliki sokongan investor dari seluruh dunia, dengan kesamaan misi yakni menjaga status tim asal kota London tersebut.
“Ini grup yang berisikan individu-individu dari seluruh dunia bermodal besar. Ini semua akan berasal dari uang mereka sendiri, tidak ada linimasa keluar, dan dari empat atau lima benua. Orang-orang ini berkomitmen untuk mempertahankan Chelsea di level yang sekarang, sebuah tim pemenang kejuaraan bergengsi,” kata Broughton mengenai konsorsiumnya dalam wawancara di radio BBC.
Broughton, yang pernah juga menjadi ketua dewan direksi Liverpool, bergabung dalam konsorsium yang diinisiasi oleh Presiden World Athletics Sebastian Coe. Dia menjadi kelompok kesekian yang menyatakan tertarik untuk membeli Chelsea menyusul penjatuhan sanksi terhadap oligarki Rusia Roman Abramovich terkait invasi Ukraina.
Aset Abramovich yang dibekukan diambil alih oleh pemerintah Inggris. Termasuk proses jual beli kepemilikan Chelsea.
Broughton mengatakan konsorsiumnya terbuka dengan ide agar suporter Chelsea untuk membeli kepemlikan saham di klub nantinya. Sesuatu yang bisa menjadi daya tarik bagi pemerintah Inggris.
“Kami rasa pemenang penawaran ini haruslah konsorsium yang ramah suporter,” kata Broughton.
Salah satu peminat lainnya adalah pebisnis properti Inggris Nick Candy. Ia mendapat dukungan dua perusahaan Korea Selatan Hana Financial Group dan C&P Sports Limited. Pada Jumat (18/3) Nick menyatakan siap membeli Chelsea seharga 2 miliar poundsterling (sekira Rp 37,8 triliun).
Selain dua grup tersebut, kelurga Rickett juga menyatakan telah mengajukan penawaran untuk membeli Chelsea. Pemilik klub bisbol Amerika Serikat Chicago Cubs ini menggandeng pendiri perusahan pengumpul modal Citadel, Ken Griffin.
Peminat lainnya juga diperkirakan akan segera terkonfirmasi dalam beberapa hari ke depan. Salah satunya miliarder Swiss Hansjoerg Wyss yang berkolaborasi dengan pemilik klub bisbol Los Angeles Dodgers Tedd Boehly, pebisnis Inggris Jonathan Goldstein dan politisi Partai Konservatif Inggris Daniel Finkelstein. (ara/fat)










