PEMALANG, Joglo Jateng – Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pemalang menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Pengadaan Langsung melalui Aplikasi Belanja Langsung Toko Online Jawa Tengah (Blangkon Jateng). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan, mengenai tata cara pendaftaran dan transaksi pada pengadaan langsung barang dan jasa. Bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dan pelaku UMKM di Pemalang.
Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong peran serta UMKM di Jateng, khususnya di Pemalang. Sehingga pelaku UMKM berbadan usaha maupun non badan usaha, dapat berkontribusi sebagai penyedia barang dan jasa dalam pengadaan di lingkup pemerintahan. Hal tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, yang mengamanatkan sebesar 40 persen dari total belanja pemerintah daerah dialokasikan untuk UMKM.
Ahli Muda Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa, Hasan Ashari mengatakan, bimbingan teknis (Bimtek) tersebut diikuti oleh pejabat pengadaan dari OPD, yang nantinya akan membuat akun pembeli, dan melakukan belanja melalui Blangkon Jateng. Selanjutnya pelaku UMKM, sebagai penyedia barang dan jasa, mereka juga harus membuat akun sebagai penjual. Kemudian bendahara, nantinya transaksi yang dilakukan oleh pejabat pengadaan dan penyedia di Blangkon Jateng, kemudian bukti transaksi dan surat pertanggungjawaban (SPJ)-nya bisa diakui dan diterima oleh bendahara.
“Jadi harus ada persamaan persepsi ditingkat bendahara terkait bukti transaksi atau SPJ dari proses pengadaan tersebut, sehingga diakui dan diterima. Untuk narasumber kegiatan, langsung dari Biro APBJ Jateng selaku penyelenggara Blangkon Jateng,” jelasnya di Kantor PBJ Setda Pemalang, Jumat (18/3).
Lebih lanjut, ia menambahkan, total para pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 50 orang. Dan mayoritas adalah, para pelaku UMKM yang sudah sering bekerja sama dengan OPD di Pemalang.
“Tapi kita berharap, pelatihan kemarin bisa menjadi training of trainer (TOT). Sehingga para pelaku UMKM yang sudah mengikuti pelatihan, dan yang sudah memahami pengadaan barang dan jasa di Blangkon Jateng, dapat menularkan ilmunya kepada pelaku UMKM lainnya,” terangnya.
Ia mengatakan, setelah sosialisasi dan pelatihan tersebut, dari pihak pejabat pengadaan dan bendahara memiliki atensi yang sangat tinggi. Sehingga mereka meminta diadakan pelatihan secara khusus.
“Hal itu saya buktikan tadi (Jumat 18/3, Red) pagi, ada pejabat pengadaan dari BAPPEDA meminta ada pelatihan kembali. Mungkin karena dirasa pelatihan kemarin kurang cukup. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Biro APBJ Jateng, dan mereka juga welcome,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian PBJ Setda Pemalang, Eko Adi Santoso mengatakan, Blangkon Jateng ini sangat baik untuk UMKM. Dengan memanfaatkan digitalisasi pelaku UMKM dapat mengembangkan bisnisnya.
“Adapun manfaatnya bagi masyarakat, adalah transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kinerja dalam pengadaan di Pemerintah Kabupaten Pemalang. Ini juga salah satu perwujudan mendukung visi misi Pak Bupati. Yaitu mendukung era digitalisasi, agar visi misi Pak Bupati segera terwujud,” paparnya. (all)










