Pati  

Dewan Minta DKK Perbaiki Manajemen Vaksinasi

VAKSIN: Pemberian vaksinasi bagi lansia di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dalam proses percepatan vaksinasi di Kabupaten Pati masih tergolong rendah. Sehingga perlu ada perbaikan managemen vaksinasi Covid-19 agar capaian vaksinasi masyarakat, khususnya lansia bisa segera teratasi.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Endah Sri Wahyuningati meminta Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk memperbaiki manajemen. Menurutnya, menagemen yang bagus bertujuan untuk mengatur pelaksanaan vaksinasi secara matang. Sehingga diharapkan masyarakat tidak merasa dipaksa saat hendak melakukan vaksin.

“Terkait capaian vaksin, khususnya lansia dan anak sekolah ini dari DKK harus betul-betul melakukan suatu koordinasi dan manajemen vaksinasi yang bagus. Karena selama ini sering adanya vaksin yang ID-nya expired dengan tanggal pelaksanaan. Sehingga, agak terkesan memaksa,” katanya, belum lama ini.

Selain itu, ia juga meminta kepada DKK untuk rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait aturan-aturan yang kerap berubah. Hal tersebut untuk memberikan pemahan terkait pentingnya vaksinasi dan mengantisipasi terjadinya ketakutan masyarakat.

“Ada beberapa perubahan yang mendasar terkait aturan vaksin. Contoh, bahwa booster dulu yang dinyatakan enam bulan, sekarang tiga bulan bisa. Bahwa booster harus beda dengan vaksin satu-dua ternyata samapun bisa,” terangnya.

Endah meminta agar sosisalisasi ke masyarakat harus lebih instens, agar warga tidak bingung dan tidak takut. Karena vaksin dan boster tidak menjamin seseorang yang memiliki antibodi kuat tidak terpapar lagi.

Dirinya menambahkan, terkait persoalan yang masih menjadi kendala dalam proses vaksinasi ini agar di tuntaskan bersama pihak-pihak terkait lainya. Bukan hanya menjadi tugaskan DKK saja. Baginya, hal itu dapat mempermudah pengentasan kasus Covid-19 di Pati.

“Ini menjadi tugas bersama, tidak hanya DKK yang menjadi leanding setor temen-temen puskemas dan kepala desa dan seluruh perangkatnya bagaimana masyarakat kita sadar diri untuk mendapatkan vaksin. Supaya minimal tugas terhadap pencegahan dan penangulangan persebaran ini bisa maksimal,” pungkasnya. (cr7/fat)