Literasi Digital dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Oleh: Rima Wijayanti, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Taman, Kab. Pemalang

PANDEMI belum berakhir. Kegiatan belajar mengajar pun masih menggunakan sIstem tatap muka terbatas. Peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan literasi masyarakat di era pandemi Covid-19 sekarang ini menjadi strategi dan kerja sama antara satuan pendidikan dengan berbagai pihak harus terus dikembangkan secara terprogram dan berkesinambungan. Culture shock banyak dialami siswa terhadap proses belajar keaksaraan. Oleh karena itu, pendidik berperan memberikan petunjuk dan pendampingan bertingkat. Lalu, pendidik perlu membuat kontrak belajar, teknis pelaksanaan lokasi, dan sebagainya harus disepakati oleh pendidik dan peserta didik dengan berkoordinasi bersama gugus Covid-19.

Situasi pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kreativitas setiap individu dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan. Salah satu alternatif pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Taman Kabupaten Pemalang adalah pemanfaatan literasi digital. Literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet, dan lain sebagainya. Kecakapan pengguna dalam literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaannya (Devri Suherdi: 2021).

Ada 4 prinsip dasar dalam Literasi Digital menurut Yudha Pradana (2021). Yaitu, 1) pemahaman, artinya masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami informasi yang diberikan media, baik secara implisit ataupun eksplisit. 2) Saling ketergantungan, artinya antara media yang satu dengan lainnya saling bergantung dan berhubungan. Media yang ada harus saling berdampingan serta melengkapi satu sama lain. 3) Aktor social, artinya media saling berbagi pesan atau informasi kepada masyarakat karena keberhasilan jangka panjang media ditentukan oleh pembagi serta penerima informasi. 4) Kurasi, artinya masyarakat memiliki kemampuan untuk mengakses, memahami serta menyimpan informasi untuk dibaca di lain hari. Kurasi juga termasuk kemampuan bekerja sama untuk mencari, mengumpulkan serta mengorganisasi informasi yang dinilai berguna.

Literasi digital memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan masyarakat, terutama bagi siswa. Manfaat tersebut di antaranya: 1) kegiatan mencari dan memahami informasi dapat menambah wawasan individu, 2) meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi, 3) menambah penguasaan ‘kosakata’ individu, dari berbagai informasi yang dibaca, 4) meningkatkan kemampuan verbal individu, 5) meningkatkan daya fokus serta konsentrasi, 6) menambah kemampuan individu dalam membaca, merangkai kalimat serta menulis informasi.

Literasi digital setidaknya memiliki dua tantangan yang harus dihadapi. 1) Arus informasi yang banyak. Masyarakat terlalu banyak menerima informasi di saat yang bersamaan. Dalam hal inilah literasi digital berperan untuk mencari, menemukan, memilah serta memahami informasi yang benar dan tepat. 2) Konten negatif. Konten negatif menjadi salah satu tantangan era literasi digital, contohnya konten pornografi, isu SARA dan lainnya. Kemampuan individu dalam mengakses internet, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, harus dibarengi dengan literasi digital, sehingga individu bisa mengetahui, mana konten yang positif dan mana konten negatif.

Literasi digital dapat diterapkan di mana pun. Misalnya di sekolah, komunikasi dengan guru atau teman menggunakan media social, mengirim tugas sekolah lewat e-mail, pembelajaran dengan cara online, mencari bahan ajar dari sumber terpercaya di internet. Di rumah, dengan melakukan penelusuran dengan menggunakan browser, mendengarkan musik dari layanan streaming resmi, melihat berbagai macam tutorial dari internet. Atau di lingkungan masyarakat untuk menggalang dana atau donasi, penggunaan media sosial untuk sarana promosi penjualan, memakai aplikasi meeting untuk rapat, menggunakan grup di media sosial untuk menyebarkan informasi.

Literasi digital ini hendaknya digunakan secara bijak agar tantangan yang ada dapat dihadapi dan dapat dimanfaatkan secara positif. (ara/ern)