PATI, Joglo Jateng – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati selama Ramadan melakukan upaya jemput bola untuk melayani pendonor darah. Yakni dengan menyasar tempat-tempat ibadah.
Humas Unit Donor Darah (UUD) PMI Pati, Syafaati mengatakan, program jemput bola ini dilakukan untuk mememuhi stok kebutuhan darah untuk pasien. “Kalau Ramadan seperti ini, kita mengarahnya ke tempat ibadah. Seperti wihara dan gereja. Jadi tetap kita jadwalkan. Bahkan minggu depan ini ada di Wihara Cluwak dan juga Payang,” ungkapnya.
Selain itu, PMI juga tetap membuka layanan untuk donor darah. Dirinya menyebutkan bahwa pendonor pada Ramadan dalam waktu satu hari 10 hingga 15 orang. Sedangkan pelaksanaannya pada malam hari.
“Sebenarnya tidak membatalkan puasa. Cuma di kawatirkan setelah donor darah dia kekurangan cairan. Sehingga nantinya membuat lemes,” imbuh Syafaati.
Dirinya menjelaskan bahwa pelayanan PMI buka selama 24 jam. Menurutnya, masyarakat Pati sebenarnya memiliki jiwa kemanusian yang tinggi. Akan tetapi kondisi pandemi yang membuat penurunan pendonor. Sedangkan ia menyebut stok darah bulan ramadan ini tergolong aman.
“Semua darah kalau terjadi kekosongan itu sulit. Cuma yang tersulit adalah golongan AB. Karena memang minoritas, kemudian mencarinya juga sulit,” tandasnya. (cr7/fat)










