Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS melalui Penerapan Metode Tanya Jawab

Oleh: Muftahiyah, S.Pd
Guru SDN 01 Blendung, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

ILMU pengetahuan sosial memiliki pengetahuan mengenai  aspek yang paling dasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, dan masalah-masalah yang akan terwujud dalam kehidupan sosial. Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan sosial tidak terlepas peran masyarakat didalamnya. Artinya ilmu sosial selalu mengikuti perkembangan zaman, tidak seperti ilmu pasti pada umumnya.

Menurut Ahmadi, pembelajaran IPS di sekolah memiliki tujuan agar anak didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkunganya. 2) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial. 3) Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. 4) Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk,di tingkat lokal, nasional, dan global.

Benjamin S. Bloom  mengatakan bahwa hasil belajar (Comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengerti tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi.

Pada pelajaran IPS pokok bahasan Kedudukan dan Peran Anggota Keluarga, diketahui bahwa kedudukan ayah dalam sebuah keluarga adalah sebagai kepala keluarga atau pemimpin dalam keluarga. Kedudukan ayah sebagai pemimpin keluarga memiliki peran dalam memenuhi kesejahteraan anggota keluarganya. Oleh karena itu, ayah pergi bekerja untuk mencari nafkah guna memenuhi seluruh kebutuhan keluarga. Kebutuhan tersebut antara lain makan, sekolah, pakaian, kesehatan, dan hiburan. Terpenuhinya seluruh kebutuhan anggota keluarga akan mewujudkan hidup dengan tentram.

Kemudian, kedudukan ibu dalam sebuah keluarga adalah sebagai wakil ayah di rumah. Sebagai wakil ayah, ibu berperan mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya. Banyak sekali tugas yang harus dilakukan ibu di rumah dari pagi sampai malam hari. Mulai dari emmbangunkan anggota keluarga, memasak, mencuci, menyetrika, belanja, menemani anak-anaknya belajar dan banyak lagi. Semua pekerjaan itu, ibu lakukan dengan senang hati. Dengan demikian, semua anggota keluarga akan merasa nyaman untuk tinggal di rumah

Adapun kedudukan anak dalam sebuah keluarga adalah sebagai anggota keluarga. Sebagai anggota keluarga seorang anak berperan dalam menyenangkan hati orang tuanya. Misalnya, belajar dengan giat dan membantu meringankan pekerjaan orang tua.

Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Penggunaan metode ini dengan baik dan tepat, akan dapat merangsang minat dan motivasi siswa dalam belajar. Syah (2007:138) menjelaskan sisi positif metode tanya jawab sebagai berikut: (1) dapat menarik perhatian siswa walaupun kelas dalam keadaan kurang terkendali, (2) melatih dan merangsang daya nalar serta daya ingatan siswa, dan (3) melatih keterampilan menjelaskan serta keberanian mengemukakan pendapat secara lisan.

Langkah-langkah tanya jawab diantaranya, 1) menjelaskan kepada siswa tujuan pembelajaran khusus (TPK). 2) Mengomunikasikan penggunaan metode tanya jawab (siswa tidak hanya bertanya tetapi juga menjawab pertanyaan guru maupun siswa yang lain). 3) Guru memberikan permasalahan sebagai bahan apersepsi. 4) Guru mengajukan pertanyaan ke seluruh kelas. 5) Guru harus memberikan waktu yang cukup untuk memikirkan  jawabannya, sehingga dapat merumuskan secara sistematis. 6) Tanya jawab harus berlangsung dalam suasana tenang, dan bukan dalam suasana yang tegang dan penuh persaingan  yang tak sehat  di antara para siswa.

Kemudian, 7) Pertanyaan dapat ditujukan pada seorang siswa atau seluruh  kelas. 8) Guru mengusahakan agar setiap pertanyaan hanya berisi satu masalah saja. 9) Pertanyaan ada beberapa macam, yaitu pertanyaan pikiran,  pertanyaan  mengungkapkan  kembali pengetahuan yang dikuasai,  dan pertanyaan yang meminta  pendapat,  perasaan,  sikap, serta pertanyaan yang hanya mengungkapkan fakta-fakta saja. (*)