Figur  

Sempat tak Dapat Izin Orang Tua

Erlina Indriyana. (DOK. PRIBADI / JOGLO JATENG)

BERAWAL dari ketidaksengajaan ikut teman mengikuti latihan silat, Erlina Indriyana (20) kini justru menjadi pelatih orahraga beladiri itu. Banyak hal yang telah ia jalani selama berproses di dunia persilatan tersebut.

Dirinya saat ini secara rutin dalam kurun waktu seminggu sekali melatih silat dari berbagai kategori. Baik di Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Gadis cantik yang akrap dipanggil Lina tersebut menceritakan, awal mula ia ikut latihan beladiri tidak mendapat izin dari orang tuanya. Bukan tanpa sebab, menurut, khawatiran menjadi alasan orang tuanya tidak memberikan izin. Pasalnya, olahraga itu dikenal dengan baku hantam.

Meskipun dilarang orang tua, ia tak lantas menyerah begitu saja. Lina berlatih keras untuk membuktikan kepada orang tuanya dengan raihan beberapa prestasi. Singkatnya, berkat torehan juara, alhasil ia mendapat izin hingga saat ini.

“Pertama kali mau ikut lomba figther dari orang tua tidak diizinkan. Tapi nekat aja, itu pas kelas 3 SMP. Ikut lomba dan akhirnya juara tiga. Akhirnya saya memberikan bukti ke orang tua saya dan mendapatkan sampai hari ini,” katanya.

Perempuan kelahiran Pati itu sudah mengantongi sejumlah trofi juara. Seperti panggelaran di Universitas Muhammadiyah Surakarta juara 3, kemudian di Pati juara 3, dan di event di Pemalang ia meraih juara 1.

Baginya silat kini menjadi olahraga yang membuat mental menjadi semakin baik dan kuat. Tak hanya membuat fisik saja, melainkan mentalnya saat bicara di depan publik juga terlatih.

“Ikut terus gitu. Tapi semakin hari komunitas semakin nyaman akhirnya keterusan. Dan orang-orang juga bikin nyaman,” imbuhnya. (cr7/gih)