Pati  

Tradisi Larung Digelar Sederhana

ANTUSIAS: Tampak warga sekitar bersama jajaran Polsek Tayu membawa sesajen dibawa ke Sungai Tayu untuk dilarung, Selasa (10/5). (HUMAS POLSEK TAYU/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Tradisi larung sesaji di Sungai Tayu digelar secara singkat dan sederhana. Hal tersebut karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Adapun kegiatan itu di selenggarakan oleh Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu.

Kapolsek Tayu Iptu Aris Pristianto mengatakan, untuk menghindari terjadinya kerumuman masa yang ingin melihat kegiataan tersebut, kegiatan hanya diselenggarakan secara singkat. Pasalnya, kegiatan itu cukup dimintai oleh masyarakat sekitar.

Adapun kegiatannya di mulai dari membawa kepala kamping dan sesajen ke sungai hingga pemancangan di tengah laut. Sedangkan sarana dan prasarana larung sesaji diantaranya ada kepala kambing dan empat kaki.

“Dilaksanakan seminimal dan sesingkat mungkin.  Karena mengingat masih masa Pendemi Covid-19. Yakni bertujuan menghindari terjadinya kerumunan dan pelaksanaan kegiatan itu sudah sesuai Prokes 5 M,” terangnya.

Berdasarkan keterangkannya, kegiatan yang digelar mulai pukul 07.30 hingga 08.15 telah berjalan aman dan kondusif. Selain itu, kegiatan tahunan tersebut juga berlangsung secara sederhana. “Kegiatan tersebut hanya untuk melaksanakan ritual rutin tahunan dan tidak diselenggarakan secara mewah dan besar,” lanjutnya.

Dirinya menambahkan, selain ada tradisi larung sesaji, di hari yang sama juga di gelar orkes musik secara sederhana untuk menghibur warga sekitar. Pasalnya mengingat masa pandemi dan terbatasnya anggaran panitia.

“Untuk hiburan musik pelaksanaannya pada pukul 13.00 yang bertempat ditepi sungai TPI Sambiroto. Adapun pelaksanaan secara sederhana di karenakan anggaran untuk kegiatan tersebut sangat minim,” tandasnya. (cr7/fat)