Pati  

Jelang Idul Adha, Harga Daging Diprediksi Naik

TRANSAKSI: Salah satu penjual daging di Pasar Baru Puri Kabupaten Pati sedang melayani pelanggan, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati memprediksi harga daging di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan jelang Hari Raya Idul Adha. Hal itu disebabkan, terdapat kemungkinan adanya penambahan permintaan daging di pasaran.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Pati Koeswantoro menjelaskan, peningkatan permintaan konsumen akan selalu diikuti dengan kenaikan harga. Namun demikian, pihaknya belum bisa memperkirakan jumlah kenaikan yang akan terjadi.

“Jika dilihat dari tahun sebelumnya, kenaikan bisa mencapai 5 persen. Misalnya daging ayam Rp 30 ribu, bisa menjadi Rp 35 ribu saat mendekati Idul Adha,” ucapnya, Jumat (3/6).

Pihaknya berharap, meski terjadi kenaikan harga daging menjelang Idul Adha, persentase kenaikan harga yang terjadi tidak terlalu tinggi. Sementara ini, harga daging di pasaran masih tergolong stabil. Setelah sebelumnya mengalami kenaikan saat Hari Raya Idul Fitri.

“Yang dulunya seharga Rp 135 ribu, saat ini sudah menjadi Rp 125 ribu. Kemudian untuk daging ayam Rp 35 ribu, dan ayam kampung Rp 85 ribu. Jadi masih tergolong stabil menjelang Idul Adha,” jelasnya.

Di sisi lain, terkait adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, dikatakannya belum berpengaruh pada harga daging di pasar. Akan tetapi, pihaknya berharap supaya harga daging tidak berubah dengan merebaknya penyakit hewan tersebut.

“Mudah-mudahan dengan adanya PMK, tidak mempengaruhi harga daging. Sehingga masyarakat tidak terbebani dengan adanya hal itu. Kalaupun nantinya ada kenaikan harga, diharapkan tidak terlalu signifikan,” tandasnya. (cr7/abd)