Sejumlah Orang Tua Alami Kendala PPDB

MENGADU: Salah satu orang tua calon wali siswa datang ke sekolah untuk melaporkan kendala pendaftaran di ruang pelayanan PPDB SDN Pekunden, Senin (20/6). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pembukaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah dasar telah dibuka mulai pada hari ini Senin (20/06) hingga tiga hari kedelapan. Calon peserta didik bisa mendaftar melalui website https://ppd.semarangkota.go.id/.

Sementara itu, SDN Pekunden Semarang dalam upaya membantu calon peserta didik yang ingin mendaftarkan diri siap membantu dan melayani dengan membuka posko pelaporan di sekolah. Diketahui pada hari pertama ini terdapat beberapa orang tua calon peserta didik yang mengalami kendala selama masa proses pendaftaran.

Ketua Panitia PPDB SDN Pekunden Kota Semarang, Rohmad mengungkapkan, di SDN Pekunden jumlah kuota siswa totalnya 56. Pada hari pertama pembukaan pendaftaran (20/06) sudah ada 42 pendaftar yang masuk.

“Jumlah di sini ada dua rombel totalnya 56 dan satu rombelnya 28 siswa. Senin (20/06) pada jam 2 siang ini total sudah masuk 42 pendaftar di pilihan satu. Zonasi kami ada di Barusari, Brumbungan, Karang Kidul, Miroto, Mugassari, Pekunden, Peleburan kemudian Sekayu, jadi peserta didik berasal dari kelurahan itu,” ungkapnya, Senin (20/6).

Diketahui nantinya peserta calon didik yang telah lulus seleksi akan melakukan daftar ulang. Dengan menyiapkan berkas-berkas yang harus dipenuhi.

“Yang menentukan masuk tidaknya bukan dari sekolah, tapi dari Dinas Pendidikan Kota Semarang, batasannya adalah dari zona kemudian usia. Semakin tinggi usianya semakin besar peluangnya. Setelah lulus seleksi, seperti biasa akan ada daftar ulang. Siswa menyiapkan berkas-berkas data pribadi seperti KK, KTP orang tua, akta kelahiran dan foto,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Pekunden Abdul Khalik mengungkapkan, pada hari pertama pendaftaran online dibuka masih ditemukan beberapa orang tua calon peserta didik yang datang langsung ke sekolah. Mereka minta dibantu oleh operator sekolah dalam proses pendaftaran.

“Hari ini ada empat wali murid yang datang ke SD mereka mengaku tidak percaya diri dalam mengakses link pendaftaran kalau sendiri di rumah. Kewajiban kami melayani dan menjembatani itu semua. Ada yang unik pada pendaftaran PPDB tahun ini, beberapa tahun saya tidak menemui, ada wali murid yang datang untuk meminta belangko pendaftaran, saya sampaikan kepada beliau sudah hampir 11 tahun Kota Semarang tidak ada belangko pendaftaran karena sistemnya online,” ungkapnya.

Di sisi lain, Abdul Khalik mengaku optimistis untuk proses pembelajaran untuk tahun ajaran 2022/2023 akan dilaksanakan tatap muka 100 persen. Hal ini dikarenakan sudah terealisasinya vaksinasi untuk anak yang rlah dilakukan oleh pemerintah. (luk/gih)