PEMALANG, Joglo Jateng – Wakil Bupati (Wabup) Pemalang mengajak seluruh masyarakat Pemalang agar peduli dan ikut serta menjaga cagar budaya yang ada di daerahnya. Hal tersebut agar generasi penerus, kelak dapat mengenal cagar budaya asli Pemalang dari jejak-jejak yang ditinggalkan para pendahulu.
Wabup Pemalang, Mansur Hidayat menyampaikan, banyak peninggalan seperti candi yang ditemukan di Kabupaten Pemalang. Di mana dalam artefak itu pastinya memiliki nilai historis yang mendalam tentang sejarah Pemalang pada jaman dahulu.
Maka dari itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga peninggalan bersejarah. Agar tidak dirusak oleh tangan-tangan oknum tidak bertanggung jawab. Dengan begitu, nantinya generasi penerus bisa melihat dan mempelajari peninggalan sejarah tersebut sebagai salah satu bukti perkembangan zaman di Pemalang.
“Ada beberapa situs yang saya ketahui di Kabupaten Pemalang. Seperti Candi Sirawa Tumanggal di Desa Banyumudal, situs Pelawangan di Desa Lawangrejo, Candi Pengilon Desa Keramat dan masih banyak lagi. Ini perlu dijaga, bahkan dikenalkan ke masyarakat sebagai salah satu bukti sejarah Kabupaten Pemalang,” terangnya di Pemalang, Senin (20/6).
Lebih lanjut, terkait dengan kabar naiknya tarif masuk ke Candi Borobudur, pihaknya merasa hal itu tidak diperlukan. Sebab, menurutnya yang terpenting adalah bagaimana pengelola tempat bisa membatasi jumlah pengunjung, agar tidak terlalu banyak. Sehingga menjaga keaslian bentuk candi tersebut.
“Sekarang pasti banyak kalangan tidak mampu yang ingin berwisata, jadi kalu bisa ya tarif itu tidak dinaikan. Karena di sini bila ingin menjaga cagar budaya, pengelola harus membatasi jumlah kunjungan dan tidak menaikan tarifnya. Dengan begitu semua lapisan masyarakat bisa merasakan dan mempelajari langsung keindahan candi tersebut,” imbuhnya. (fan/all)










