BANTUL, Joglo Jogja – Seiring dengan perkembangan zaman, maka perlu adanya peningkatan yang efisien dan akuntabel. Termasuk dalam digitalisasi pasar yang baru saja dilaunching di Pasar Niten, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul untuk meningkatkan kualitas retribusi.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Arum Hidayati mengatakan, pihaknya tengah melakukan kegiatan digitalisasi pasar rakyat di Pasar Niten. Yakni dengan melaunching E-retribusi dan pemasangan Q-ris.
Menurutnya, E-retribusi adalah aplikasi yang diperuntukkan sebagai pelayanan pasar. Sementara Q-ris digunakan sebagai alternatif pembayaran masyarakat.
“Dalam kesempatan ini kami melaunching 500 pedagang. Ini tersebar di beberapa pasar seperti Pasar Niten, Pasar Angkruksari, Pasar Sungapan, dan Pasar Semampir,” ujarnya, Kamis (28/7).
Pihaknya mentargetkan digitalisasi pasar tersebut rampung pada akhir tahun 2023 mendatang. Yakni dengan target 4000 pedagang yang sudah menggunakan E-retribusi.
“Sesuai dengan arahan Asisten II Ekonomi dan Pembangunan tadi, kami akan mempercepat untuk seluruh pedagang pasar. Jadi harapannya bisa selesai sebelum 2024,” imbuhnya
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan retribusi. Sehingga diharapkan akan semakin efektif dan akuntabel.
Hal ini sesuai dengan tagline percepatan dan perluasan E-retribusi Pasar Rakyat. Yakni gampang dan ganep, gampang carane dan ganep itungane.
“Karena ganep ini adalah kaki dimana nanti akan menghitung secara akurat. Jadi hitungan tarif retribusinya, ganep harinya, dan ganep keluasannya,” jelasnya. (ers/bid)










