PATI, Joglo Jateng – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati mengklaim tak tutup mata soal penghijauan di Lereng Pegunungan Muria. Hal itu di buktikan dengan adanya revegetasi yang di lakukan setiap tahun.
Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo mengatakan, perlu perhatian serius terkait penghijauan atau revetegasi di Lereng Gunung Muria. Sebab, hal itu sangat penting dilakukan untuk menangkap limpasan air saat adanya hujan.
“Penghijauan di Pegunungan Muria ini harus kita perhatikan lebih serius. Seperti yang kita ketahui, tanaman semusim di sana banyak. Fungsinya tidak terlalu signifikan untuk menyerap air. Tapi itu ada faktor ekonomi yang dibutuhkan masyarakat,” terangnya.
Tulus menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya penghijauan meski dengan keterbatasan anggaran. Yakni dengan melakukan penghijauan setiap tahun di sejumlah titik kritis di Lereng Muria.
Pihaknya juga menyebut akan kembali menggalakkan upaya penghijauan di kawasan tersebut. “Pasti kita lebih intens untuk melakukan revegetasi atau penghijauan kembali di daerah-daerah yang kita anggap kritis. Kalau penghijauan sendiri di awal sama akhir tahun,” tuturnya.
Sedangkan terkait bantuan yang diberikan, pihaknya mengupayakan setiap penghijauan ditanami tanaman produktif. Sehingga, dapat bermanfaat secara ekonomis bagi masyarakat dan sebagai penyerap air hujan.
“Tanaman yang kita bantukan ini bukan tanaman yang diambil kayunya. Tapi tanaman yang di ambil buahnya. Jadi, kita bantuannya ada pohon durian ataupun mangga. Sedangkan tanaman yang sudah ada di sana (Lereng Muria) kita jadikan rujukan,” pungkasnya. (lut/abd)










