Kembalikan Kata IKHLAS di Gapura Selamat Datang

MEGAH: Gapura selamat datang Kabupaten Pemalang saat masih disematkan kata AMAN di barat pintu tol Gandulan Pemalang, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Wakil Bupati Pemalang meminta OPD terkait untuk mencopot tulisan AMAN di gapura selamat datang dan mengembalikan moto IKHLAS ke tempatnya semula. Hal itu dilakukan lantaran moto Pemalang IKHLAS sudah tetanam di benak seluruh masyarakat Pemalang.

Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengatakan dengan tegas, telah memberikan perintah untuk mencopot tulisan AMAN di gapura selamat datang yang merupakan, visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang saat ini. Hal tersebut untuk menyikapi kebijakan yang telah diambil bupati non aktif sebelumnya, yang menempatkan visi pemkab Pemalang AMAN di gapura selamat datang.

Hal tersebut disampaikan Mansur, saat Resepsi HUT Ke-77 Kemerdekaan RI di Pendopo Kabupaten Pemalang, Rabu (17/8) malam. Menurutnya, arti IKHLAS sudah mempresentasikan banyak hal. Terlebih dalam agama Islam, kata tersebut merupakan level tertinggi kesabaran dari seorang manusia.

“IKHLAS ini sudah mendarah daging di masyarakat Pemalang dan memiliki arti dan makna yang dalam. Harapannya setiap masyarakat juga dapat mengerti dan paham, serta mendukung visi pemkab saat ini, yaitu Pemalang AMAN,” terangnya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa Pemalang punya IKHLAS dan AMAN yang saling berdampingan. IKHLAS sebagai moto dan AMAN adalah visi atau program pemkab sekarang. “Semuanya saling melengkapi dan harapannya masyarakat dapat paham. Sehingga nantinya bisa bersinergi untuk bersama membangun Pemalang yang IKHLAS dan AMAN,” ujarnya.

Terkait dengan Resepsi HUT RI, menurutnya, dapat dijadikan refleksi, bahwa banyak masyarakat Pemalang yang belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Karena masih ada kemiskinan ekstrem, jalan rusak, layanan kesehatan yang belum memadai serta fasilitas lainnya.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang untuk bersama membangun dan memajukan Pemalang. Sebab ini bukan tanggung jawab pemkab saja, namun semua lapisan, pemkab dan masyarakat.

“Saat ini yang kita butuhkan adalah kerja nyata, kerja cerdas dan kerja bersama. Khususnya di tengah kompleksnya persoalan bangsa yang sedang menerpa. Seperti halnya upaya kita dalam menangani pandemi Covid-19, yang mempengaruhi semua sektor, baik sosial, ekonomi, budaya maupun pendidikan,” imbuhnya. (fan/all)