Kudus  

Bagikan 3.000 Berkat di Buka Luwur Mbah Panggung

GIAT: Warga sekitar tengah melakukan persiapan untuk acara pengajian umum dan pembagian berkat dalam buka luwur Mbah Panggung, Rabu (24/8). (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng- Dalam rangka peringati buka luwur Mbah Panggung atau Mbah Irsyad, masyarakat desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kudus mengadakan berbagai rangkaian kegiatan. Acara dibuka dengan pelepasan luwur pada Minggu (14/8) lalu. Hingga puncak acara dengan pelaksanaan pengajian umum dan pembagian berkat pada Rabu (24/8).

Ketua Panitia Buka Luwur Mbah Panggung Muhammad Yusuf Perdana menjelaskan, acara puncaknya dilakukan saat malam hari setelah sholat isya. Sebelumnya dilakukan berbagai persiapan seperti memasak dan pembungkusan berkat. Kegiatan tersebut dimulai sejak pagi pukul 06.00.

Pihaknya bercerita, Raden Irsyad atau yang biasa dikenal dengan Mbah Panggung merupakan turunan ke enam Sunan Kudus. Awalnya, Mbah Panggung ialah seorang patih di daerah Pati, kemudian pindah ke Langgardalem.

Raden Irsyad dikenal dengan Mbah Panggung, karena sering melakukan ceramah di panggung-panggung. Selain itu makamnya juga berbentuk seperti panggung.

“Peninggalan beliau hanyalah makamnya yang bersebelahan dengan istrinya. Semasa hidupnya, beliau berkiprah menyebarkan agama Islam di sekitaran Langgardalem,” terangnya.

Bersama dengan 150 rewang dari warga sekitar, kami memasak berkat untuk acara buka luwur Mbah Panggung. Terdapat dua menu masakan. Yakni nasi jangkrik dan nasi uyah asem.

Pihaknya menyatakan, tidak ada penyembelihan hewan kerbau. Namun, dengan sumbangan dua ekor kambing jantan dari donator dan pembelian daging kerbau sebanyak 200kg.

“Untuk nasi jangkrik, disediakan 50kg daging kerbau setara dengan 500 besek. Dan untuk nasi uyah asem itu disediakan 150kg daging kerbau, setara minimal 2.500 bungkus,” paparnya.

Berkat tersebut disasarkan kepada para donator, warga Langgardalem dan untuk umum. Pembagian berkat dilakukan setelah dilaksanakannya pengajian umum.

Pihaknya menyatakan, pembagian nasi bungkus memang ciri khasnya buka luwur sedari lama. Dengan tujuan bersedekah kepada sesama, dan mengharapkan berkah dari doa bersama melalui nasi bungkus. (cr1/fat)