SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Sosial (Dinsos) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah kembali berkolaborasi dalam memberikan ruang aman bagi penerima manfaat (PM), serta pemenuhan hak anak. Dengan pemberian bantuan sosial (bansos) kepada 110 PM di Panti Pelayanan Sosia Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) Mardi Utomo, Jumat (26/8).
Dalam kegiatan itu, rangkaian acara terdiri dari penanaman bibit pohon, pemberian recreational kit untuk anak-anak, dan pelayanan KB. Termasuk beragam permainan untuk kegiatan edukasi dan hiburan.
“Ini ada kunjungan Kepala DP3AKB Jawa Tengah memberikan bantuan sekaligus edukasi untuk perempuan dan juga laki-lakinya. Kemudian juga menggandeng banyak anak-anak di sini, nanti kita berikan mainan edukasi untuk menulis, menggambar, kemudian tadi ada bantuan bibit pohon dari DLHK Provinsi Jawa Tengah,” terang Harso Susilo, Kepala Dinsos Jawa Tengah di Panti Sosial Mardi Utomo, Jumat (26/8).

Lebih lanjut, Kepala DP3AKB Jawa Tengah Retno Sudewi menyampaikan, bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini untuk memberikan ruang aman bagi PM dan juga pemenuhan hak anak. Tak kalah penting, DP3AKB juga memberikan layanan trauma healing untuk memberikan dukungan psikis kepada penerima manfaat.
“Games atau permainan ini termasuk trauma healing. Jadi yang penting itu mereka diuwongke (Dianggap, Red) gitu, sehingga dia nyaman juga. Supaya dia bisa mandiri saat keluar dari sini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Moh. Sigit, menyambut baik terselenggaranya bakti sosial ini. Ia memberikan apresiasi dengan terselenggaranya acara tersebut.
“Harapannya, dapat memacu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, kepada warga binaan atau penerima manfaat. Sehingga lebih cepat mandiri dan bisa kembali ke masyarakat,” ujar Moh Sigit usai kegiatan.
Di luar kegiatan bakti sosial tersebut, Panti Sosial Mardi Utomo kerap kali memberikan pelatihan kepada para PM, seperti tata boga dan pertukangan. Pelatihan tersebut diberikan untuk membekali PM, saat nanti kembali ke masyarakat, agar tidak menjadi PGOT lagi. (luk/all)










