Cuaca Buruk, Produksi Garam di Pati Loyo 2 Tahun

Kasi Pugar DKP Pati, Ari Wibowo. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati menyatakan bahwa produksi garam selama dua tahun terakhir mengalami penuranan. Hal tersebut disebabkan cuaca yang kurang mendukung.

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Ari Wibowo mengungkapkan, produksi garam tahun ini melemah dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, produksi garam terkendala cuaca buruk.

“Banyak petani garam yang gagal panen. Karena ada hujan apalagi kemarin baru ada fenomena rob, sehingga mengakibatkan petani garam terkena dampak,” ungkapnya.

Ari menjelaskan, produksi garam tahun 2021 hanya 98 ton. Dimana jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil di tahun ini.

Bukan hanya di Pati, melemahnya produksi garam juga terjadi di seluruh Indonesia karena musim kemarau basah. Pasalnya, produksi garam tidak terlepas dari cuaca, sehingga menjadi kendala tersendiri bagi petani garam.

Untuk itu, Ari Wibowo mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi untuk bisa membantu petani garam. Seperti halnya memberi geoisolator atau plastik pelapis tambak. Dengan begitu, penguapan bisa lebih cepat.

“Petani garam tidak punya kendala. Kendalanya hanya satu yaitu saat musim kemaru tiba, tapi tetap masih hujan dan terjadi fenomena rob ataupun banjir,” pungkasnya. (lut/mg2)