Pati  

Kader PKS Turun ke Jalan Tolak Kenaikan BBM

PROTES: PKS Pati gelar aksi tolak kenaikan BBM di depan Halte Puri, Jumat (9/9). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pati menggelar aksi tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan Halte Puri, Jumat (9/9). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keberpihakan partai terhadap rakyat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Pati, Narso mengungkapkan, pihaknya menyatakan sikap menolak kenaikan harga BBM. Sehingga, langkah tersebut dilakukan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.

“PKS Pati menyerukan penolakan kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah beberapa hari lalu. Dengan aksi ini, kita berharap para penguasa terketuk hatinya untuk membatalkan kenaikan BBM,” tegasnya.

Narso menegaskan, kenaikan harga BBM justru terjadi saat harga minyak internasional turun. Terlebih, kebijakan itu berimbas pada ekonomi masyarakat yang baru pulih pasca pandemi.

“Masyarakat baru saja mau bangkit. Kalau mau adil, sebenarnya ada mekanismenya. Artinya, kalau harga minyak internasional turun ya harus turun. Kalau naik bisa disesuaikan. Tapi ini tidak. Masyarakat yang bingung kan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat pandemi harga minyak turun, tetapi pemerintah tidak menurunkan harga BBM. “Kenapa ketika masyarakat mau bangkit malah subsidi dikurangi, kemudian harga BBM naik?,” pintanya.

Selain itu, Narso meragukan terkait penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM. Menurutnya, tak semua masyarakat terdampak bisa merasakan bantuan tersebut. Terlebih, program itu bersifat sementara.

“Kita belajar ketepatan sasaran BLT, hanya sebagian yang ter-cover, dan hanya solusi sesaat kalau tidak salah hanya bulan September sama Desember. Selebihnya masyarakat harus menanggung hidupnya sendiri,” tandas dia.

Di sisi lain, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Zali Jauhari menyatakan, aksi tolak kenaikan BBM diikuti ratusan kader PKS dan masyarakat. Sebagai bentuk keberpihakan mereka kepada masyarakat.

“Masa yang ikut aksi ada sekitar 150 orang. Baik dari kader ataupun masyarakat. Harapan kami, PKS bisa menjadi partai politik yang benar-benar menyuarakan aspirasi masyarakat,” katanya. (lut/abd)