Tingkatkan Hasil Belajar IPS dengan Model Kooperatif CRH

Oleh: Priyo Udiarso, S.Pd.SD.
Guru SDN 02 Kuta, Kec. Bantarbolang, Kab. Pemalang

ILMU Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu pelajaran yang diberikan mulai dari SD. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Di masa yang akan datang, siswa akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu, mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan masyarakat yang dinamis.

Ruang lingkup pelajaran IPS sangat kompleks dan luas, sehingga guru merasa kesulitan dalam menyajikan mata pelajaran IPS dan terkesan merupakan mata pelajaran yang sulit. Hal ini terlihat dari hasil prestasi siswa di akhir semester yang sangat rendah dibandingkan mata pelajaran yang lain. Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, mata pelajaran IPS disajikan dengan cara konvensional atau berpusat pada guru. Guru menjelaskan dan siswa mendengarkan, guru memberikan tugas dan siswa mencatat sehingga pembelajaran terkesan monoton dan membosankan.

Dengan permasalahan tersebut, salah satu strategi belajar mengajar yang dianggap melibatkan siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran IPS, Kompetensi Dasar mengidentifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN di kelas VI SDN 02 Kuta adalah pembelajaran kooperatif Course Review Horay (CRH). Sebab dengan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar akan meningkatkan antusias dan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran yang menyenangkan.

Menurut Dwitantra (2010), model pembelajaran CRH adalah suatu metode pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya, yang paling dulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak hore. Jadi model pembelajaran kooperatif CRH dikemas dalam bentuk permainan sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan rileks dan merasa gembira. Sedangkan menurut Huda (2015: 229), model pembelajaran CRH merupakan model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan. Setiap siswa yang dapat menjawab benar diwajibkan berteriak hore atau yel-yel yang disukai. Pembelajaran ini merupakan suatu pengujian terhadap pemahaman konsep siswa menggunakan kotak yang diisi dengan soal dan diberi nomor untuk menuliskan jawabannya.

Langkah-langkah pembelajaran CRH yaitu: 1) Guru menyampaikan kompetensi yang hendak dicapai dalam hal ini materi identifikasi benua; 2) Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi identifikasi benua; 3) Memberikan kesempatan siswa untuk tanya jawab; 4) Untuk pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai selera masing-masing siswa; 5) guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. Kalau jawaban benar diisi tanda centang dan jika jawaban salah diisi tanda silang; 6) Siswa yang sudah mendapatkan tanda centang harus berteriak hore atau yel-yel yang lainnya; 7) nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah hore yang diperoleh.

Kelebihan model pembelajaran kooperatif CRH antara lain pembelajaran lebih menarik, pembelajaran lebih bervariatif, mendorong siswa untuk terjun ke dalam situasi pembelajaran, siswa lebih bersemangat karena suasana kelas lebih menyenangkan. Sedangkan kelemahan model pembelajaran kooperatif CRH antara lain penyamarataan nilai antara siswa yang aktif dan pasif, adanya peluang yang curang dan berisiko mengganggu suasana belajar kelas yang lain.

Dari kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif CRH tetaplah sangat membantu siswa kelas VI SDN 02 Kuta, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang untuk memahami pembelajaran IPS Kompetensi Dasar materi mengidentifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN. Pembelajaran menyenangkan dan hasil prestasi meningkat. (*)