Rubik, Wadah Belajar untuk Anak

AKTIF: Kegiatan lapak baca yang digelar Rubik, belum lama ini. (DOK. ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

Komunitas belajar anak-anak di luar sekolah, saat ini terbilang sedikit. Anak-anak di rumah lebih suka bermain gadget yang disediakan orang tuanya.

SEJUMLAH pemuda yang tergabung dalam komunitas Rumah Belajar Inovatif Kreatif (Rubik) mempunyai tekad kuat untuk membagikan ilmunya. Organisasi yang berada di Desa Tluwah Kecamatan Juwana memiliki sejumlah progam untuk meningkatkan pengetahuan anak desanya.

Ketua Rubik Mei Linda mengatakan, komunitas literasi ini memiliki lima progam kerja dalam meningkatkan pengetahuan anak di desanya. Salah satunya progam sinau bareng (Siba).

“Progamnya ada Siba. Yakni fokus mata pelajaran dari kelas 1 SD sampai SMP. Jadi, kita kelompokan sesuai kelas dengan mentor masing-masing. Kemudian ada sinau ITE, memfokuskan pelatihan pengoperasian dasar komputer ke anak-anak kelas 4 SD hingga SMP,” ungkapnya, Senin (26/9).

Tak hanya terkait pembelajar umum, peserta juga bisa memilih progam sesuai minatnya. Di antaranya belajar agama hingga berlatih mainkan alat musik.

“Di desa kami agamanya beragam. Sementara  yang baru bisa di-cover hanya gereja sama masjid. Jadi peserta muslim dan kristen kita carikan mentor masing-masing. Kalau musik responnya anak-anak juga bagus, namun sementara ini fokusnya hanya melatih gitar dan pianika,” terangnya.

Rubik juga berencana meluncurkan progam yang lain. Seperti hal belajar melatih bakat. “Untuk sinau bakat masih merintis. Kemarin sudah menjaring anak-anak tapi belum dinuka. Jadi, sementara ini baru ada empat progam yang sudah berjalan,” imbuhnya.

Mei menceritakan, Rubik ia rintis bersama teman-temannya bertujuan memberikan kegiatan yang positif kepada anak-anak. Sebab, di desanya tidak ada wadah bagi anak mengasah wawasan.

“Di Desa Tluwah kegiatan anak-anak belum ter-cover, sehingga kita ingin ada kegiatan yang fokus ke anak. Harapnnya anak-anak mendapat ilmu tambahan selain sekolah formal,” jelasnya.

Dia menambahkan, komunitas yang ia nahkodai itu memiliki tujuh orang anggota yang memiliki potensi di bidang masing-masing. Sedangkan jumlah peserta sudah ikut kegiatan Rubik sebanyak 60 anak dengan kelas berbeda. (lut/gih)