Pati  

Banjir Rendam Ratusan Rumah, Warga Sebut Terparah

TERJANG: Terlihat sejumlah kendaraan melintasi banjir di Jalan Gabus-Pati, Sabtu (15/10). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Bencana banjir kembali terjadi sejumlah titik di Kabupaten Pati. Di antaranya melanda Kecamatan Gabus dengan ketinggian mencapai 60 centimeter. Akibatnya, jalan dari arah Gabus ke Tambakromo ditutup sementara.

Warga setempat Suyadi mengungkapkan, banjir terjadi pada pukul 2.30 dini hari (15/10) akibat melubernya air dari Sungai Paras. Karena, tingginya instensitas hujan yang mengguyur semalaman.

Dia menyatakan bahwa bencana kali ini paling besar dibandingkan dengan bencana beberapa tahun lalu. Yakni dengan ketinggian mencapai 60 cm. Meskipun saat ini sudah mulai surut.

“Banjirnya muali Jam 2.30, karena hujan terus sampai pagi. Kalau ini sudah mulai surut, tadi masuk rumah. Jadinya perabotan berantakan. Belum pernah banjir sebesar ini. 15 tahun ada dikit tapi tidak separah ini,” terangnya.

Warga lain, Kaswadi mengatakan, Sungai Paras tidak mampu menampung air kiriman dari kawasan hulu, akibat kelebihan debit air. Lalu meluber ke jalan hingga permukiman warga. Sehingga ia berharap bencana semacam ini bisa menjadi perhatian serius.

“Sungai Paras tak mampu menampung kiriman dari Kendeng. Harapan dari warga jangan sampai terjadi banjir semacam ini lagi. Meskipun banjir seperti ini langsung surut mengalir lewat gorong-gorong ke Sungai Ngantru,” ungkapnya.

Sementara itu, Batuud Koramil Peltu Muslim mengatakan, jalan Gabus-Tambakromo ditutup sementara karena tidak memungkinkan dilalui kendaraan. Sedangkan penyebab banjir di Gabus disebut karena curah hujan tinggi, yang mengakibatkan Sungai Paras meluap.

Dia menjelaskan, ada dua desa di Kecamatan yang terendam banjir. Yakni Desa Gabus dan Tanjunganom. Dimana, terdapat ratusan rumah yang terendam banjir.

“Laporan bencana banjir sementara yang saya ketahui ada 2 desa. Desa Gabus dengan ketinggian 50 cm. Sementara rumah yang terdampak banjir sejumlah 400 rumah,” katanya, Sabtu (15/10).

Kemudian banjir yang melanda Desa Tanjunganom mencapai ketinggian sekitar 40-50 cm, membuat 50 rumah terdampak. Sementara penanganan baru di koordinasikan. (lut/fat)