PATI, Joglo Jateng – Bencana banjir melanda sejumlah titik di Kabupaten Pati, akhir pekan lalu. Akibat bencana tersebut, sejumlah tempat pendidikan terpaksa harus diliburkan sementara. Salah satunya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Angkatanlor 3 Tambakromo.
Kepala SDN Angkatanlor 3 Sri Yanto mengatakan, sekolah terpaksa libur karena kondisi banjir berbahaya dan tidak memungkinkan buat aktivitas belajaran bagi anak-anak. Pasalnya, dalam kelas dipenuhi lumbur akibat banjir yang terjadi pada Sabtu (15/10) dini hari.
“Semua kelas dimasuki banjir lumpur. Kalau ini ada sepuluh ruangan kurang lebih. Jadi banjir yang disertai lumpur halus membersihkannya sulit sehingga perlu dilakukan dengan kerja bakti,” ungkapnya, belum lama ini.
Dia mengungkapkan, sekolahnya itu selalu menjadi langanan banjir setiap tahunnya. Pada tahun lalu, terhitung banjir merendam SD Angkatanlor 3 sebanyak lima kali. Sehingga menimbulkan sejumlah kerugian.
“Kerugian ya jelas. Seperti sound terus kena air rusak, kemudian ada CPU, buku yang ada juga ada beberapa. Terus nanti biaya membersihkan, seperti banjir biasanya ya harus keluar. Seperti memanggil pemadam, tahun kemarin lima kali,” keluhnya.
Dengan demikian, pihaknya berharap kepada pemerintah supaya adanya peninggian bangunan di sekolah tersebut yang menjadi langganan banjir. Dengan adanya peninggian itu dimaksudkan supaya proses pembelajaran tidak terganggu lagi.
“Harapannya dari pemerintah ada bantuan untuk peninggian bangunan kalau bisa. Karena setiap tahun jadi langanan banjir terus,” pintanya.
Sriyanto menambahkan, tempat pendidikan yang terdampak banjir tidak hanya di SD Angkatanlor saja. Melainkan ada di sejumlah titik lain di Kecamatan Tambakromo. Seperti sekolah di Ndalingan Angktan Kidul, hingga Karangmulyo dan lainnya.
Terpisah, sekolah lain di Kabupaten Pati yang meliburkan pembelajaran sekolah yakni SDN Gabus 04. Karena akses jalan menuju tempat pendidikan itu terkempung banjir sehingga dirasa tidak memungkinkan bagi para siswa berangkat sekolah.
“Sebenarnya sekolah aman tidak kemasukan banjir. Tapi akses jalannya tidak bisa dilewati karena banjir. Jadi ya mau gimana, kalaupun dipaksakan juga berbahaya,” ujar Suwarmi, salah satu guru SDN Gabus 04. (lut/gih)










