Optimalkan Program UMKM, KKN UIN Walisongo Berikan Seminar Digital Marketing di Sembungharjo

USAI: Foto bersama setelah pelaksanaan seminar digital marketing oleh Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang di Kelurahan Sembungharjo, Genuk, Semarang pada Senin, 24/10/22. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng ­-  Mahasoswa KKN UIN Walisongo Semarang Angkatan 79 Posko 15 mengadakan Seminar Digital Marketing bertajuk “Peran Digital Marketing dalam Menunjang Kinerja UMKM”, Senin (24/10).

Acara yang dilangsungkan di Balai Kelurahan Sembungharjo, Genuk, Semarang ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal pemasaran produk hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Lurah Sembungharjo, Sumarjono mengatakan, diharapkan masyarakat bisa lebih mengembangkan hasil produknya.

“Tujuannya peningkatan pengembangan produktivitas kemasyarakatan terlebih dari produk lokal Sembungharjo,” tutur Sumarjono.

Ia pun memotivasi para pelaku UMKM untuk terus semangat dalam berinovasi menyukseskan produk yang dikelola.

“Harus semangat membuat perbaikan dan kesempurnaan. Harapannya yang sudah punya UMKM tidak terbatas di kios ataupun toko, namun juga dikembangkan melalui sosial media,” ungkapnya.

Pemateri dalam seminar, Syaiful Bakhri menjelaskan terkait kondisi terkini Indonesia terlebih dalam bidang pemasaran, khususnya pendistribusian produk.

“Di Indonesia banyak yang menjual produk daripada jasa. Belum seimbang, padahal jasa tersebut menarik dengan hasil harga yang lebih tinggi. Di luar negeri banyak yang menghasilkan jasa dengan penghasilan lebih tinggi,” kata Saiful.

Menurut Syaiful, akhir-akhir ini warganet juga ramai mengkaji marketing offline dan online.

”Biasanya marketing offline butuh sewa tempat dan terbatas informasinya. Sedangkan online lebih sederhana dengan menyiapkan iklan yang menarik, namun semua penjuru bisa mendapatkan informasi,” jelasnya.

Kemudian, Saiful juga memberikan kiat-kiat untuk memulai marketing online. Dimulai dari mengarahkan masyarakat untuk mendaftar UMKM ke media sosial, seperti Google Maps, Instagram, Go Food dan masih banyak lagi.

“Dunia sekarang terhubung dengan perangkat. Adanya google maps bisa membantu konsumen untuk membeli dagangan,” tambah Saiful yang juga Dosen UIN Walisongo itu. (*/mg2)