Pengembangan Passing Bola Basket Menggunakan Kartu Tugas

Oleh: Drs. Supriyantono Setyo Budi., M.Pd
Guru Penjas SMP N 1 Demak

PADA dasarnya, pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan atau bisa disingkat dengan penjasorkes merupakan mata pelajaran yang ada di semua tingkatan jenjang pendidikan. Baik itu sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Penjasorkes merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani, sekaligus merupakan proses pendidikan untuk meningkatkan     kemampuan jasmani.

Penjasorkes merupakan salah satu proses pembelajaran yang tidak hanya menyasar pada mengembangkan aktivitas fisik. Namun juga teori gerakan yang semua terangkum dalam sebuah aktivitas, dimana salah satunya yaitu permainan bola basket.  Dengan memahami pengetahuan tentang olah gerak yang baik dan benar, maka siswa didik akan terampil melakukan gerakan yang sesuai dengan teori-teori yang sudah baku dalam prinsi-prinsip olah gerak itu sendiri. Karena tujuan dari pembelajaran pendidikan jasmani adalah mengembangkan sikap positif terhadap gerak atau  aktivitas jasmani baik itu dalam permainan maupun olahraga.

Menurut Adang Suherman (2000:22), tujuan pendidikan jasmani seringkali memiliki pengertian yang beragam. Namun keragaman dari pengertian tersebut tentang tujuan pendidikan jasmani tersebut pada dasarnya bermuara pada pengertian pendidikan jasmani itu sendiri. Dimana pendidikan jasmani ini pada proses pembelajarannya menyasar pada peningkatan kemampuan jasmani.

Dari penjabaran diatas, sesuai dengan prinsip dan tujuan dari pendidikan jasmani, saya memilih mengembangkan pembelajaran bola basket. Dalam hal ini titik fokus pengembangannya adalah passing bola basket menggunakan kartu tugas. Dalam pengembangan pembelajaran ini, ada sasaran yang hendak di bidik. Yakni peningkatan kognitif pada siswa didik serta memberikan pemahaman gerak dasar pada permainan bola basket untuk lebih bisa bergerak secara aktif. Pilihan tepat disini yang mampu menyasar baik pengetahuan kognitif siswa hingga olah gerak yang baik adalah melakukan pengembangan pembelajaran. Yakni dengan memaksimalkan peran siswa didik dalam proses   pembelajaran.

Bola basket adalah sebuah permainan olahraga yang dilakukan oleh dua regu. Dimana setiap regunya terdiri dari lima orang pemain. Aturan mainnya adalah setiap regu yang mampu memasukkan bola kedalam ring lawan dengan jumlah banyak, maka ia akan tampil sebagai pemenangnya. Dari sini kemudian saya kembangkan dengan menggunakan media kartu tugas. Dimana kartu tugas ini nantinya digunakan sebagai media dalam menyampaikan informasi kepada siswa didik tentang langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran.

Kartu tugas akan diisi tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh siswa didik untuk mempraktekan gerak yang harus dilakukan siswa didik tersebut. Dimana dalam setiap tahapan terdiri atas persiapan, pelaksanaan dan gerak lanjutan (follow through). Dalam kartu tugas ini nantinya akan dilengkapi gambar-gambar yang akan mempermudah siswa memahami secara pasti gerakan yang harus dipraktekkan.

Pembelajaran passing bola basket menggunakan kartu tugas, pelaksanaanya berawal dari pemanasan yang disesuaikan dengan materi yang akan dilakukan. Dalam hal ini kartu tugas yang akan diterapkan menggunakan metode resiprokal. Dalam metode ini, siswa dibagi dua kelompok yang satu praktek sedang kelompok lain menjadi pengamat.

Kelompok praktik wajib meniru gerakan yang ada pada kartu tugas. Setelah memahaminya, siswa dengan mandiri melakukan tahapan gerakan sesuai susunan dalam kartu tugas. Sedangkan tim lain bertugas sebagai pengamat dan pemberi nilai. Yang dinilai dalam pengamatan adalah kesesuaian gerakan sesuai langkah-langkah yang ada pada kartu tugas, dengan memberi tanda centang pada kolom pengamatan. Dari penerapan proses pembelajaran ini, tersasar dua pembelajaran. Yaitu pengetahuan kognitif dan olah gerak sekaligus. Pemanfaatan kartu tugas dapat secara nyata membantu siswa memahami pembelajaran secara lebih baik dan terencana. (*)