SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Sosial Kota Semarang memberikan edukasi kepada para orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas. Yakni mengenai pola asuh yang baik serta bagaimana cara menghadapi anak disabilitas yang benar. Hal tersebut disampaikan melalui forum Sosialisasi Bimbingan Pola Asuh Anak Difabel, kemarin.
Ketua Dewan Disabilitas Kota Semarang, Fitri Maryunani mengukapkan, dalam kegiatan ini pihaknya mendatangkan beberapa narasumber. Terdiri dari perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang (Diskes), PKK, dokter, dan psikolog. Bersama para narasumber, pertanyaan dari orang tua seputar anak penyandang disabilitas dirembuk bersama dalam kesempatan ini.
“Setelah ditelusuri ternyata ada beberapa orang tua yang masih belum tahu cara penanganan anak difabel ini. Seperti kesehatannya berkurang dan bagaimana cara anak mereka bisa berbaur dengan lingkungan di luar rumah,” ucap Fitri, Selasa (7/2/23).
Ia menambahkan, kegiatan ini sangat penting bagi para orang tua. Yakni sebagai wadah untuk bersosialisasi bersama dan menumbuhkan memotivasi dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya.
Tercatat, total anak disabilitas di Kota Semarang saat ini mencapai 113 orang. Fitri berpesan untuk para orang tua agar bisa memberikan wadah untuk anak difabel. Supaya mereka dapat memiliki pengalaman di luar rumah.
“Ini kan di Kota Semarang sudah banyak sekali komunitas-komunitas untuk memberikan anak ini berkegiatan bersama. Kurang lebih ada 25 komunitas,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, anggota DPRD Komisi D Kota Semarang, Dyah Harimurti juga menyampaikan, anak-anak tersebut membutuhkan pola asuh yang baik. Di samping itu, juga memerlukan pola gizi khusus.
“Pola gizinya harus yang khusus dan pastinya ekstra hati-hati dalam memberikan makan pada anak,” terangnya.
Ia mengukapkan, pada saat penyampaian pertanyaan dari beberapa orang tua, dari mereka masih belum terjangkau bantuan pemerintah. Selain itu, data jumlah penyandang disabilitas di Kota Semarang saat ini juga masih belum jelas.
“Alasannya karena masih banyak para orang tua yang menyembunyikan status anaknya sebagai penyandang disabilitas,” ucapnya.
Ia mengimbau kepada para orang tua agar tidak menyembunyikan kondisi anaknya, agar bisa dibantu oleh pemerintah. Karena, mereka memiliki hak yang sama baik itu dari kesehatan dan pendidikan. (cr7/mg4)










