PATI, Joglo Jateng – Angka kemiskinan di Kabupaten Pati pada 2022 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Hal tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Pati.
Penduduk miskin di Pati berjumlah 118,04 ribu orang. Secara prosentase angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 10,7 ribu orang. Dibandingkan dengan 2021 yang jumlahnya mencapai 128,74 ribu orang.
Tak hanya itu, persentasi kemiskinan di Pati juga mengalami tren penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Yakni dari yang berjumlah 147,50 penduduk miskin di 2015 berkurang menjadi 119,00 orang pada 2019. Meskipun setelah itu, terjadi kenaikan akibat merebak pandemi Covid-19.
Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Nur Sukarno menyatakan, penurunan angka kemiskinan tersebut berkat upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Salah satunya dengan memberikan dukungan kepada para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Pemkab telah berupaya mengentaskan kemiskinan. Langkah yang ditempuh dengan menciptakan peluang berusaha atau fasilitasi UMKM dalam proses pengembangan usahanya. Baik akses modal maupun pemasarannya. Sehingga UMKM naik kelas dengan harapan membuka lapangan kerja baru,” kata Sukarno, belum lama ini.
Selain itu, lanjut dia, Pemkab Pati juga telah berupaya mengurangi angka pangganguran dengan membuka kran investasi. Seperti halnya mempermudah perizinan bagi perusahaan yang ingin berdiri Pati.
“Pemkab menarik investor dalam maupun luar negeri, sehingga tercipta lapangan kerja baru. Pemkab juga mengadakan bedah rumah juga berperan untuk memperbaiki rumah yang tak layak huni. Upaya ini bermaksud untuk mengurangi angka kemiskinan,” ujar dia.
Sukarno menambahkan, saat ini pemerintah pusat juga berupaya mengurangi angka kemiskinan atau orang pendapatanya dibawah Rp 500.000 perbulan. Hal tersebut dapat dilihat dalam upaya menekan tingginya angka stunting.
“Saat ini Pemerintah Indonesia gencar memerangi kemiskinan dan stunting atau tumbuh kembang anak yang lambat. Karena stunting berkaitan dengan kemiskinan. Pemerintah kabupaten Pati juga telah berupaya maksimal untuk mengurangi kemiskinan dengan menggerakkan OPD untuk saling bersinergi,” pungkasnya. (lut/fat)










