SEPERTI yang dirasakan banyak remaja lainnya, Yuli Astuti (27) awal mulanya tidak tertarik melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan. Namun berkat dorongan orang tuanya, ia bisa menyelesaikan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan bekerja di bagian keuangan salah satu instansi di Kabupaten Pati.
“Dulu orang tua maksa banget supaya aku masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Tapi saya dulu berbeda pemahaman, karena pinginnya kumpul sama teman-teman, pinginnya kuliah bareng satu geng waktu SMA gitu,” ungkapnya, belum lama ini.
Setelah berkecimpung di lingkup kedinasan, perempuan yang akrap disapa Yuli itu sadar bahwa orang tua pasti ingin yang terbaik buat anaknya. Dalam menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari, ia juga mengaku sudah terbiasa.
“Menjalankan kerja yang penting semangat, menjalani sesuai tupoksi dan juga bertanggungjawab dengan tugas masing-masing. Pekerjaan ini juga sudah sesuai keinginan orang tua,” kata dia.
Yuli juga bercerita tentang pengalamannya saat menempuh pendidikan di IPDN Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa barat. Dia merasa karakternya bisa terbentuk saat sekolah kedinasan. Selain menjadi mandiri karena jauh dari keluarga, pertemuan dengan beragam orang juga menjadi pengalaman berharga baginya.
“Di Jatinangor saya bertemu dengan banyak orang berbagai macam. Dari mulai Aceh hingga Marauke. Sehingga akhirnya saya bisa mengenali masing-masing karakter orang. Dan itu sangat penting untuk bekal memperkaya pergaulan diri di dalam masyarakat,” kenangnya.
Kedepannya, Yuli pun berharap karirnya di kedinasan bisa semakin cemerlang. Apalagi aktivitas yang ia jalani sekarang merupakan keinginan dari orang tuanya.
“Pinginnya sesuatu saat nanti ingin memujudkan keinginan. Seperti memimpin salah satu instansi,” harapnya. (lut/mg4)










