Kudus  

Pelaku UMKM Sambut Positif Kembalinya Dandangan Kudus

SENANG: Penjual gerabah Mufaranti tengah melayani pembeli dagangannya di event dandangan, Selasa (14/3/23). (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dandangan telah menjadi tradisi tahunan Kabupaten Kudus setiap mendekati Ramadan. Tahun ini untuk pertama kalinya tradisi ini digelar kembali setelah tiga tahun vakum. Kembalinya dandangan disambut positif oleh para pelaku UMKM dengan antusias.

Penjual gerabah Mufaranti menyampaikan rasa senangnya ketika dandangan kembali diadakan tahun ini. Ia telah konsisten berjualan di dandangan sejak 2016 lalu, hingga kini dan seterusnya. Baginya, event setahun sekali ini tak boleh terlewatkan, terlebih penjualan dagangannya pun menjadi meningkat pesat.

“Saya sangat antusias ikut dandangan ini. Kan sudah tiga tahun mandek, jadi tahun ini ga boleh lewat,” ujarnya.

Mufaranti setiap harinya berhasil menjual hingga 200 biji gerabah di event dandangan ini. Raut wajah bahagia terpancar dari senyumnya tatkala menceritakan hasil jualannya. Hal tersebut dikarenakan, di hari-hari biasa dagangannya bahkan tak laku satu biji pun. Untuk itu, ia sangat senang tradisi ini terus dilestarikan.

“Setuju banget tradisi ini terus dilestarikan, nguri-uri budaya. Selain itu juga bisa bantu kami para pelaku UMKM biar laris dagangannya,” imbuhnya.

Ungkapan yang hampir sama juga disampaikan oleh penjual kapal otok-otok, Nono. Ia tak pernah absen mengikuti event dandangan dari zaman sebelum covid, yakni 2017. Baginya, di dandangan ini, para pelaku UMKM bukan hanya sekadar jualan saja, tapi juga menjadi tempat bersilaturahmi dengan teman UMKM lain.

“Seneng banget ada dandangan lagi. Selain jualan, ini juga ajang silaturahim. Saya bisa ketemu temen yang udah bertahun-tahun tidak ketemu,” ungkap Nono.

Selain itu, Nono juga mengungkapkan, kapal otok-otok nya bisa laku sampai 20 picis setiap harinya. Yang mana, di hari-hati biasa penjualannya terbilang miris. Kapal otok-otok nya dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu, jauh lebih murah dibanding saat di pasar malam, katanya.

“Ini event setahun sekali, jadi ya harus ikut. Turut berpartisipasi nya kami para UMKM kan juga sebagai upaya melestarikan tradisi,” imbuhnya. (mey/fat)