Ayo Mendongeng, Buat Siswa Gemar Literasi

Oleh: Tumiyati
Guru SD N Tambakbulusan 2, Kec. Karangtengah, Kab. Demak

MENUMBUHKAN minat gemar membaca, bukan perkara yang mudah. Apalagi di era digital ini, minat membaca rendah. Anak-anak lebih tertarik untuk menonton platform yang berisi konten hiburan seperti Youtube, Tiktok, Instagram, dan lain sebagainya. Buku seperti benda yang terkesan usang, bahkan tidak menarik. Bahkan mungkin jika ditanyai seberapa sering membuka buku dalam satu minggu, jawabannya pasti mereka hanya membuka buku saat sekolah.

Dengan menurunnya minat siswa untuk sekedar berkencan ria dengan buku, disinilah letak tantangan guru. Membaca sebenarnya kegiatan yang mengasyikkan untuk sekedar hiburan atau kegiatan untuk menambah wawasan. Di waktu luang, kita dapat membaca beragam jenis buku seperti novel, antologi puisi, biografi, dan lain sebagainya. Tanpa kita sadari membaca buku dapat menambah kamus kosa kata dalam otak kita.

Di kelas awal, kegiatan mengenalkan siswa kepada kegiatan membaca dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang melalui kegiatan membaca bersama ataupun membaca satu persatu yang disimak oleh guru kelas. Apabila kegiatan membaca permulaan dilakukan dengan monoton, pasti siswa akan bosan. Salah satu cara untuk mengatasi kebosanan pada kegiatan membaca permulaan ialah menstimulasi siswa dengan dongeng.

Kegiatan mendongeng sangat disukai anak-anak, khususnya kelas awal. Sebelum kegiatan berlatih membaca, guru bisa membacakan dongeng yang membuat siswa tertarik untuk mendengarnya. Coba bacakan sepenggal kisah dari dongeng tersebut kepada siswa. Kemudian berhentilah di tengah-tengah cerita supaya mereka menjadi penasaran. Guru bisa mengambil inisiatif, kegiatan mendongeng akan diteruskan setelah siswa berlatih membaca.

Mendongeng memiliki banyak manfaat bagi anak. Pertama, kegiatan mendongeng dapat mengembangkan daya imajinasi siswa. Selain mengembangkan daya imajinasi, yang kedua ialah mengembangkan kemampuan bernalar siswa. Dengan adanya kegiatan mendongeng, siswa juga akan belajar diksi dan intonasi membaca. (*)